My Playlist

Tampilkan postingan dengan label Articles and Information. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Articles and Information. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

Junko Furuta Story

#Way To Die of Junko Furuta.. ada yg pernah nonton filmnya? mungkin kalo udah ada yg pernah nonton filmnya pasti tau gimana rasa sakitnya gadis ini disiksa sama salah satu penerus geng yang gk asing di Jepang, geng Yakuza. Yap.. film ini diambil dari kisah nyata, kisah Junko Furuta yang diculik, diperkosa, dibantai selama 44 hari, dan berakhir dengan dibunuh.

Junko Furuta
Junko Furuta adalah seorang gadis berumur 16 tahun, sama seperti gadis lainnya. Ia seorang pribadi yang ceria, bersahaja, dan sangat baik. Junko adalah siswi dari sekolah menengah Misato, di Saitama Prefecture, Japang. Ia adalah seorang remaja yang cantik, tidak seperti remaja lainnya. Junko tidak pernah merokok atau minum-minuman keras. Junko sangat terlihat tidak menarik di mata para remaja gengster saat itu, namun Hiroshi Miyano menaruh hati padanya. Hiroshi memang tidak pernah menginginkan hubungan yang sesungguhnya, ia hanya ingin bersenang-senang dan “mencicipi” Junko. Hiroshi biasa melakukan kekerasan di sekolahnya, dan ia adalah salah satu generasi muda dari Yakuza. Tidak ada yang berani menolaknya, tapi Junko dengan berani mengatakan “Tidak.” Dan inilah awal dari serangkaian mimpi buruk, mimpi terburuk yang mungkin dapat terjadi pada seorang wanita atau bahkan manusia.

Pada 25 November 1988, Junko diculik oleh 4 orang remaja. Salah seorang dari remaja itu adalah Hiroshi. Dan inilah awal mula dari mimpi buruk yang berlangsung selama 44 hari, dan Junko harus menghadapinya seorang diri. Selama 44 hari Junko harus melawati penyiksaan paling kejam yang mungkin pernah terjadi pada seorang wanita, penyiksaan yang tidak pantas dilakukan siapapun terhadap seseorang. Terkadang hal buruk selalu terjadi kepada orang baik, Junko salah satunya..

Selama masa penculikan Junko dipaksa menelpon orang tuanya dan mengatakan bahwa ia lari dari rumah lalu tinggal bersama temannya. Ia dipaksa memberitahu orang tuanya jika dia dalam keadaan baik-baik saja. Para penyekap Junko melakukan ini agar polisi tidak melakukan pencarian paska menghilangnya Junko.

Orang tua dari Nobuharu Minato, pemuda yang rumahnya digunakan untuk menyekap Junko hanya datang beberapa kali dalam sebulan. Ketika orang tua Nobuharu datang, Junko dipaksa untuk mengaku sebagai pacar salah satu dari mereka. walaupun orang tua Nobuharu menyadari bahwa Junko sepertinya diculik, mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka takut berhubungan dengan Hiroshi yang merupakan generasi dari Yakuza.

Selama 44 hari masa penculikannya, Junko dipaksa untuk bertahan menerima segala macam siksaan mereka, menahan segala penderitaan dan rasa sakit yang benar-benar tidak tertahan. Sampai akhirnya Junko dibunuh.

Selama 44 hari Junko di paksa untuk telanjang bulat, tanpa sehelai pakaian yang menempel di tubuhnya. ia diperkosa oleh lebih dari 100 pria lewat anus dan vagina, penculik Junko juga mengundang beberapa anggota Yakuza untuk memperkosa Junko setiap harinya, diperkirakan Junko sudah diperkosa sampai 500 kali. pada titik tertentu ia diperkosa oleh 12 laki-laki yang berbeda dalam satu hari.

Selama 44 hari Junko juga harus menerima pukulan keras di wajahnya, mereka memukuli Junko dengan stik golf, dan membenturkan wajahnya ke lantai. 100 pria yang memerkosa Junko mengakui menikmati perlakuan mereka, mereka sangat senang saat melukai Junko. Setelah diperkosa, Junko dipaksa untuk masturbasi di depan mereka dan tamu-tamu mereka. mereka juga memasukan beberapa benda asing ke dalam anus dan Vagina Junko, seperti sebuah botol air mineral, lempengan besi, gunting, tongkat untuk menusuk daging panggang, dan panggangan yang sangat panas. Hiroshi juga membakar klitorisnya dengan sebuah korek api.

Junko tidak pernah diberi makan, ataupun minum. Ia dibiarkan kelaparan dan kehausan. Ia dipaksa untuk makan kecoa hidup dan meminum air seninya sendiri. Selain itu, para penculik Junko juga memasukan kembang api yang masih menyala ke dalam lubang dubur Junko, hingga kembang api itu padam. Itu mengakibatkan luka bakar yang cukup parah. Setelah itu mereka menjepit puting Junko menggunakan penjepit besar hingga membuat putingnya robek, dan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Junko tidak tahu lagi apa yang ia rasakan, seluruh tubuhnya sudah dipenuhi rasa sakit yang teramat sangat. Kemudian mereka mengikat tubuh Junko dengan posisi tangan dan kaki terbuka di atas lantai, lalu mereka menjatuhkan sebuah Dumbbell yang berat ke atas perutnya, ini mengakibatkan seluruh isi perut Junko keluar. Isi perutnya keluar melalui anus dan mulut.

Junko berharap segala siksaannya berakhir, tapi bukannya berakhir. Ia malah digantung di langit-langit rumah dengan keadaan telanjang dan dibiarkan kedinginan selama beberapa hari. Setelah beberapa hari tubuh Junko diturunkan, Hiroshi meneteskan lilin panas ke atas pelupuk mata Junko, lalu membakarnya.

Setelah itu mereka menusuk payudara Junko dengan jarum jahit, hingga jarum itu memenuhi payudaranya. Dan yang paling menyakitkan adalah mereka memasukan sebuah lampu bohlam ke dala vagina Junko, kemudian menggosok-gosokannya hingga bola lampu itu meledak di dalam rahim Junko. Hal ini membuat luka robek yang sangat serius di rahim Junko..

Selama masa penyiksaan itu, Junko berusaha keras untuk bernapas. Ia mengalami kesulitan bernapas melalui hidung karena darah sudah membanjiri rongga hidungnya. Ia mengalami trauma, begitupun organ-organ tubuh Junko. Hingga tubuhnya menolak saat ia mencoba untuk makan, dan minum. Junko terus menerus muntah, dan itu membuatnya mengalami dehidrasi yang ekstreme. Tidak cukup sampai disitu, itu juga membuat penyekapnya kembali menyiksanya dan melayangkan beberapa pukulan ke wajahnya yang sudah membiru, bahkan mengihitam karena ia mengotori karpet.

Saat orang-orang yang menyanderannya sedang beristirahat minum-minum, Junko berusaha untuk menghubungi polisi. Tapi aksinya itu tertangkap, dan membuatnya harus merasakan hukuman atas pecobaan melarikan diri. Mereka menyiram kaki Junko dengan bensin dan membakarnya, membuat seluruh kulit kakinya melepuh. Merkea juga memasukan sebuah botol besar ke dalam anusnya, menyebabkan pendarahan hebat di bagian dalam anusnya.

Dengan kaki yang terbakar, dan luka-luka yang memenuhi tubuhnya. ia tidak lagi bisa berjalan, bahkan tangannya pun tidak dapat menggenggam apapun. Seluruh tulang di tubuhnya patah karena pukulan yang bertubi-tubi. Karena saat itu sedang musim dingin, Junko dipaksa untuk tidur di teras rumah dengan suhu dingin yang ektreme.

Dengan segala luka bakar, dan pendarahan akibat benda-benda asing yang dimasukan ke tubuhnya. Junko hanya bisa menrangkak, ia harus menghabiskan 1 jam untuk merangkak ke kamar mandi. Gendang telinga Junko pecah, dan ukuran otaknya pun menyusut.

Di hari ke 43 Junko sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan diseluruh tubuhnya, bahkan ia meminta dibunuh saja saat itu dan menyelesaikan seluruh rasa sakitnya. Tapi para penculiknya tidak menyetujui keinginan Junko, mereka pun tidak mau membunuh Junko. Sebuah permintaan yang paling buruk yang pernah terucap dari mulut manusia.

Pada 4 Januari 1989. Para penculik Junko mengajaknya bermain Mahjong, dan tanpa diduga Junko memenangkan permainan. Tapi kemenangannya justru membawa petaka baginya, para penculik Junko geram karena kemenangannya. Mereka memukulinya (lagi) dengan barbel besi, dan membakar kaki, tangan perut, dan wajahnya setelah menyiraminya dengan bensin.

Seluruh tubuh Junko sudah dipenuhi luka bakar, lebam, dan pendarahan yang sudah sangat parah. Ia juga mengalami dehidrasi yang lebih hebat, seluruh oragan tubuhnya mengalami shock. Hingga akhirnya Junko meninggal keesokan harinya.

Para penculik memasukan tubuh Junko ke dalam sebuah drum besar, lalu mengisinya dengan 55 galon semen. Setelah itu mereka membuang drum itu di Koto, Tokyo.

Junko akhirnya harus menyerah, ia meregang nyawa dengan tubuh yang hancur. Ia harus menyerah setelah dikepung dengan rasa sakit yang meremukan, ia tidak punya pilihan. Ia mati di tangan manusia-manusia yang tidak terlihat seperti manusia. Seorang gadis 16 tahun yang mungkin masih mempunyai masa depan yang membentang, ia harus rela meninggalkan semuanya. Masa depannya, keluarganya, dan cinta yang menungkin menunggunya.


Kejahatan
Pada November 1988, pria A (18 tahun), pria B (diketahui bernama Jo kamisaku umur 17), pria C (umur 16),dan pria D (umur 17) dari Tokyo, menculik dan menyekap furuta, siswi kelas 2 SMU dari Saitama selama 44 hari. Mereka menjadikan dia tahanan di rumah yang dimiliki orang tua pria C.

Untuk menghindari pengejaran polisi, pria A memaksa Furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah, dengan temanya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan pria A membuat Furuta berpose sebagai pacar dari salah satu pria itu ketika orangtua C, pemilik rumah sedang ada dirumah tersebut. Kalau mereka sudah yakin orang tua C tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta mencoba kabur berkali – kali, memohon pada orang tua C untuk menyelamatkan dia, tapi mereka tidak melakukan apa-apa meskipun mereka tau kalau selama ini Furuta disiksa, karena mereka takut kalau pria A akan menyiksa mereka. Pria A saat itu adalah pemimpin Yakuza kelas rendah dan telah mengencam siapapun yang ikut campur akan dibunuh.

Menurut kesaksian para pria itu di persidangan, mereka berempat memperkosa Furuta, memukulinya, memasukan macam2 ke dalam kelaminnya termasuk tongkat besi, membuatnya minum urinya sendiri dan makan kecoak, memasukan petasan ke dalam kelaminnya dan meledakanya, memaksa Furuta untuk *maaf masturbasi, memotong payudaranya dengan tang, menjatuhkan barbel ke perutnya, dan membakarnya dengan rokok dan korek api (salah satu dari pembakaran itu adalah hukuman kepada Furuta karena dia berusaha menelepon polisi). Luka Furuta sangat parah hingga menurut salah kesaksian pria itu, Furuta membutuhkan waktu satu jam lebih untuk merangkak turun tangga menuju kamar mandi. Mereka bahkan mengatakan kemungkinan 100 orang tahu kalau mereka menahan Furuta di rumah tersebut, tapi hal ini tidak jelas artinya apa 100 orang itu hanya tahu atau mereka ikut memperkosa dan menyiksa juga saat berkunjung ke rumah tersebut. Pria-pria itu menolak membiarkan Furuta bunuh diri, walau Furuta sering kali memohon pada mereka untuk membunuhnya saja dan menyudahi penderitaan tersebut.

Pada 4 Januari, 1989, Salah satu pria saat itu kalah main mahyong, keempat cowok itu memukuli furuta dengan barbel besi, menuang cairan korek api ke kakinya, tanganya, perutnya, dan mukanya, dan lalu membakarnya. Dia meninggal tak lama kemudian hari itu karena shock. Kempat cowok itu menyatakan kalau mereka tidak menyadari betapa parah luka yang dialami Furuta, dan mereka percaya kalau Furuta hanya berpura-pura mati.
Para pembunuh itu menyembunyikan mayatnya di antara 55 drum galon dan menutupinya dengan semen. Mereka membuang drum tersebut di Koto, Tokyo.


Keempat pelaku yang telah berbuat biadab kepada Junko Furuta

Penahanan dan Hukuman
Para pria itu ditangkap dan disidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena Jepang menangani kejahatan yag dilakukan oleh pria yang masih dibawah umur, identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Tapi bagaimanapun juga, seminggu kemudian, majalah mingguan bernama Shukan Bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan “hak asasi tidak dibutuhkan oleh penjahat biadab.” Mereka juga menerbitkan nama asli Furuta dan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkanya dengan sangat nafsu di media. Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para pria itu, (entah benar atau tidaknya) menurut persidangan.
Keempat cowok itu diberi keringanan dengan dinyatakanya bersalah dalam tuntutan “membuat luka fisik yang menyebabkan kematian”, dibandingkan tuntutan pembunuhan. Orang tua pria A menjual rumah mereka dengan harga maksimum 50 juta yen atau 5 miliar rupiah dan membayarnya sebagai kompensasi untuk keluarga Furuta.

Untuk partisipasinya di kejahatan ini, Kamisaku harus menjalani 8 tahun di penjara anak-anak sebelum dia dibebaskan di bulan Agustus 1999. Di bulan Juli 2004, Kamisaku ditangkap karena mencelakai seorang kenalan, yang dia pikir membuat pacarnya menjauhi dia, dan dengan bangga menceritakan tentang keluarganya sebelum mencelakai kenalannya itu. Kamisaku dihukum 7 tahun dengan tuntutan memukuli.
Orangtua Junko Furuta terkejut dengan kalimat yang diterima dari pembunuh anak perempuanya, dan bergabung dengan grup masyarakat melawan orangtua Pria C yang rumahnya dijadikan tempat menyekap. Ketika beberapa masalah ditimbulkan dari bukti (semen dan rambut yang didapat dari tubuh Furuta itu tidak cocok dengan bukti dari tersangka), pengacara yang menangani lembaga masyarakat memutuskan untuk tidak membantu mereka lagi karena merasa tidak ada bukti dan tidak ada dakwaan terhadap tersangka. Ada spekulasi bahwa bukti yang mereka dapat itu didapat dari orang tidak teridentifikasi yang memperkosa atau ikut menyiksa Furuta.

Satu dari yang paling menggangu dari kisah nyata ini adalah bahwa para pembunuh Furuta sekarang bebas. Setelah membuat Junko Furuta melalui berbagai penderitaan, mereka adalah cowok bebas sekarang.
“Seorang cewek SMU diculik oleh 4 remaja pengacau ketika dia sedang perjalanan ke tempat kerja sambilannya. Mereka membawa dia ke rumah seorang teman, mengurungnya dikamar, dan selama 45 hari menyiksanya. Mereka memperkosanya bergantian, memukulinya, menendanginya, menyiram bahkan mencekoki kelaminnya dengan cairan yang ada dalam korek api dan membakarnya, dan sangat banyak lagi yang tidak terdokumentasikan oleh para polisi. Mereka membuatnya babak belur dengan rasa nyeri di seluruh tubuhnya, mereka mengikatnya, menindihnya, dan menjatukan barbel ke atas perutnya. Penyiksaan terakhir lebih dari yang dia sanggupi, dan setelah beberapa waktu dia meninggal dunia. Ketika para pria itu ditanyai kenapa mereka ga melakukan apa-apa pada detik-detik menjelang kematian cewek itu, mereka menjawab “kami kira dia pura – pura.” “Dia mencoba kabur lebih dari sekali. Pertama, dia tertangkap saat berusaha menelepon. Yang kedua kali, dia berusaha melarikan diri dan dia minta tolong sama orang tua pria C, pemilik rumah”, pemilik rumah yang ternyata telah mengetahui selama ini apa yang terjadi pada Furuta. Dia memohon minta tolong, tapi mereka menolak. Mereka beralasan bahwa anaknya punya banyak koneksi penjahat dan mereka tidak mau ikut campur ke dalam masalah itu. Setelah kematian Furuta, mereka mengisolasi tanganya dan kakinya jadi satu, memasukan dalam 55 drum galon, mengisi dengan semen dan buang di tanah kosong. Tubuhnya tidak ditemukan sampai setahun kemudian. Ketua dari para pria penjahat itu dipenjara 7 tahun dan sekarang berkeliaran bebas.

Semua hal menakutkan setengah mati yang dialami Junko Furuta dikumpulkan melalui sidang di Jepang dan Bogs dari 1989. Mereka menunjukan kalau sakit yang dialami Junko Furuta harus dialami bertubi-tubi sebelum akhirnya dia meninggal. Semua ini terjadi dengannya sewaktu dia masih hidup, memang sangat mengganggu tapi inilah kenyataanya.

Kronologi Penyiksaan Junko Furuta

Hari 1 : 22 november 1988 : Penculikan
• Dikurung sebagai tahanan dirumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok.
• Diperkosa (lebih dari 400 kali totalnya).
• Dipaksa telpon orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan situasi aman.
• Kelaparan dan kekurangan gizi.
• Diberi makan kecoak dan minum urin.
• Dipaksa masturbasi.
• Dipaksa striptease didepan banyak orang.
• Dibakar dengan korek api.
• Memasukan macam-macam benda (dari yang kecil sampai yang besar) ke kelamin dan anusnya.

Hari 11 : 1 Desember 1988 : Menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa kali
• Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras.
• Tangan diikat ke langit langit dan badanya digunakan sebagai samsak untuk sarana tinju.
• Hidungnya berdarah sehingga dia cuma bias bernafas lewat mulut.
• Barbel dijatuhin ke perutnya.
• Muntah darah ketika minum air (lambungnya tidak bisa menerima air itu).
• Mencoba kabur dan dihukum dengan sundutan rokok di tangan.
• Cairan seperti bensin dituang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu dibakar.
• Botol dipaksa masuk ke anusnya, menyebabkan luka.

Hari 20 : 10 Desember 1989 : Tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar dikaki
• Dipukuli dengan tongkat bambu.
• Petasan dimasukin ke anus, lalu disulut.
• Tangan di remukkan (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah.
• Dipukulin dengan tongkat dan bola golf.
• Memasukan roko ke dalam kelaminnya (mungkin maksudnya dijadikan asbak, dimatikan di kelamin dan abunya dibuang ke dalam).
• Dipukulin dengan tongkat besi.
• Saat musim dingin bersalju disuruh tidur di balkon.
• Tusuk sate dimasukin ke dalam kelamin dan anus menyebabkan pendarahan.

Hari 30 : Cairan lilin panas diteteskan ke mukanya
• Lapisan mata dibakar korek api.
• Dadanya ditusuk-tusuk jarum.
• Payudara kiri dihancurkan dan dipotong tang.
• Bola lampu panas dimasukin vagina.
• Luka berat di vagina karena dimasukkan gunting.
• Tidak bisa kencing dengan normal.
• Luka sangat parah hingga membutuhkan sejam untuk merangkak turun tangga saja untuk ke kamar mandi.
• Gendang telinga rusak parah.
• Ukuran otak menciut sangat sangat banyak.

Hari 40 : Memohon pada para penyiksa untuk membunuhnya saja dan menyelesaikannya
• Junko merayaakn tahun baru sendirian.
• tubuhnya dimutilasi.
• Tidak bisa bangun dari lantai.

Hari ke 44 : Para cowok itu menyiksa badanya yang termutilasi dengan barbel besi, dengan alasan kalah main mahyong.
• Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Mereka menyiram mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang dibakar.
• Lalu cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan dibakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop.
• Junko furuta meninggal hari itu dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. Tidak ada yang bias menandingi 44 hari penderitaan yang sudah dia alami.

Cerita tragis yg tak akan pernah terlupakan, banyak yang mengenang kisah ini dengan berbagai cara salah satunya ada yg membuatkan lagu yang mengkisahkannya, menghadapi berbagai penyiksaan yg dialami Junko Furuta, seperti lagu dari The Gazette-Taion.


Lirik 

The Gazette-Taion

A wintry sky and the broken streetlight cold wind.
Langit musim dingin dan angin dingin lampu jalan rusak.
Unknown shadow the footprint of desertion.
Bayangan tak dikenal jejak yang ditinggalkan.
Freedom was taken.
Kebebasan direnggut.

An understanding is... impossible. (x8)
Suatu pemahaman adalah ... mustahil. (x8)

If it wakes up a gloomy ceiling.
Jika terbangun pada langit-langit suram.
A laughing voice sinks in the eardrum it is soiled.
Sebuah suara tertawa tenggelam di gendang telinga ini adalah kotor.
And violence rapes me, rapes me, rapes me.
Dan kekejaman memperkosaku, memperkosaku, memperkosaku

An understanding is... impossible. (x8)
Suatu pemahaman adalah ... mustahil. (x8)

Why was I chosen? Someone should answer…
Mengapa aku yang terpilih? Siapapun harus menjawabnya...

dou ka hidoi yume da to kotaete hoshii
Tolong, aku ingin kau menjawab bahwa ini adalah mimpi buruk
dore dake sakebi modae kurushimeba ii
Berapa banyak aku harus berteriak, kesedihan, serta menderita?
dou ka hidoi yume da to oshiete hoshii
Tolong, aku ingin kau memberitahuku ini adalah mimpi buruk
chigiresou na koe de nando mo sake n da
Berapa lama suara teriakan ini akan tampak tersobek-sobek? 

There is no hand of preparing of the disordered hair.
Tidak ada tangan untuk mempersiapkan rambut tak tertata.
A laughing voice sinks in the eardrum a faint temperature is mixed in the midwinter.
Sebuah suara tertawa tenggelam di gendang telinga suhu lemah dicampur di tengah musim dingin.

An understanding is... impossible. (x8)
Suatu pemahaman adalah ... mustahil. (x8)

koe wo koroshite karesou na jibun ni ii kikaseteita 
Aku telah membunuh suaraku, dan meyakinkan diri 
ikiru koto wo miushinawanuyou 
Untuk tidak melupakan kehidupan
koe wo koroshite furueta yoru wa itami ni oboreteiku 
Malam menggigil yang membunuh suaraku akan tenggelam dalam rasa sakit
togiresou na iki wo yurushite...
Maafkan aku karena nafasku yang tampaknya telah berhenti

dou ka hidoi yume da to kotaete hoshii
Tolong, aku ingin kau menjawab bahwa ini adalah mimpi buruk
dore dake sakebi modae kurushimeba ii
Berapa banyak aku harus berteriak, kesedihan, serta menderita?
dou ka hidoi yume da to oshiete hoshii
Tolong, aku ingin kau memberitahuku ini adalah mimpi buruk
saigo ni mou ichido dake waratte mitai
Pada saat-saat terakhirku, aku ingin mencoba untuk tersenyum sekali lagi.

Jumat, 12 September 2014

Comic Made In Indonesia : GARUDAYANA

Yosh~ saat ini lagi marak"nya ya Mahabrata di saluran TV *piiiip* ampe dibuat Meme, dsb.
Ckckck, padahal ada yg lebih bagus lagi selain Mahabrata dari film India tuh.., bahkan udah launching duluan dan ini ori asli dari Indonesia men! #plok. Sayangnya belum dijadiin film animasi, baru komik aja. Mungkin ada bebearapa yang belum tau atau mungkin ada juga yang udah tau, yosh judul komiknya GARUDAYANA *udah tau dari judul diatas -_- #plaak. 

Nah disini aku bakal bahas komiknya.
Garudayana adalah komik Indonesia yang bercerita tentang kisah wayang kontemporer. Seputar keluarga Pandawa dan Kurama, akan tetapi, komik ini tidak hanya sebatas menyalin ulang cerita dan mem-visualisasikannya. Garudayana justru menuyuguhkan cerita baru dengan balutan kisah wayang Indonesia. Cerita baru tersebut dibuat sesederhana dan semenarik mungkin untuk menarik hati pembaca yang mayoritasnya berusia remaja. Sehingga para pembaca bisa menikmati cerita sekaligus belajar mengenai kisah pewayangan Indonesia.


Basic Info
Komik ini merupakan karangan Is Yuniarto, sekaligus penggambarnya.
Memiliki genre Action dan Adventure
Bahkan komik ini pernah mendapatkan penghargaan, yaitu Lolipop Award 2010 kategori "Komik Indonesia Favorit Pilihan Pembaca" #wush *standing aplaus[?] #plaak
Komik ini sudah launching sejak tahun 2009 - sekarang. Dari Vol 1 - Vol 4 (masih lanjut)

Berikutnya, saya kenalin beberapa tokoh yang ada dikomik Garudayana ini.

Tokoh Utama

Kinara



Cewek enerjik pemburu harta karun yang menemukan telur Garuda terakhir di sebuah situs purbakala. Dia pun memutuskan membantu Garu yang mencari para leluhurnya. Menggunakan senjata crossbow untuk melindungi dirinya.

Garu


Garuda terakhir yang berpetualang untuk menemui leluhurnya. Meski masih kecil, Garu memiliki kekuatan yang luar biasa, dan bisa berubah bentuk tergantung situasi demi melindungi Kinara. Untuk menghindar dari kejaran para pemburu, dia mengubah dirinya menjadi seperti anak kecil.

Gatotkaca

Tokoh populer di cerita wayang, yang memiliki otot kawat tulang besi. Putra dari Bima, dan kekuatan fisiknya luar biasa (terkenal sakti). Dia juga dikenal sebagai pemburu para Ashura yang bertindak sewenang-wenang dan merusak alam sekitar.

Semar

Tetua Semar yang bijak, dan menjadi kakek dari Trio Punakawan. Dia juga yang menjadi penasehat para Pandawa. Bahkan tak segan menampar Yudhistira demi menyadarkannya dan bangkit dari rasa bersalahnya.

Petruk, Gareng, Bagong

Trio Punakawan ini tak lain adalah sahabat-sahabat Kirana dan cucu dari Semar. Mengetahui adanya Garu, mereka pun berupaya sekuat tenaga untuk membantu petualangan Kinara dan Garu. Ketiganya mengenakan topeng yang menyembunyikan wajah asli mereka.

Arjuna





Pria tampan yang menjadi anak ketiga dari Pandawa. Selain tampan, dia juga cerdik serta ahli bertarung menggunakan busur. Saat melawan Antareja, dirinya sempat mengeluarkan salah satu pusakanya yakni Busur Gandeva (atau Gendewa). (Ini salah satu karakter favorit saya, kyaaa~~ <3 #fangirl kumat)

Ini salah satu FanArt buatan fansnya Arjuna xD


Tokoh Lain

Antareja


Putera dari Bima, salah satu Pandawa. Kemampuannya adalah racun yang dikeluarkan dari dua jari tangan kirinya, serta mampu mengendalikan tanah (berkat cincin Mustikabumi). Dia menyerang Gatotkaca karena pikirannya dikendalikan oleh artefak Kendaliraga, namun berhasil dipatahkan oleh Kinara.

Yudhistira


Raja Astina sekaligus kakak tertua Pandawa, yang berada dalam masa pengasingan di hutan akibat pernah mempertaruhkan negara Astina beserta rakyatnya di meja judi dan kalah. Masih merasa bersalah atas kejadian tersebut, namun berhasil disadarkan oleh Semar.

Nakula



Kembaran Sadewa yang termasuk salah satu Pandawa. Di sini diceritakan Nakula tinggal bersama Yudhistira yang sedang hidup dalam pengasingan.

Adipati Karna


Adipati Karna adalah prajurit Astina, yang mendapat tugas untuk mencari Garuda kecil yang baru menetas (alias Garu). Dia tidak segan menggunakan segala cara demi berhasil mencapai tujuannya.

Yosh untuk saat ini baru yang disebutkan diatas tokoh yang sedang muncul, gk tau di Volume selanjutnya? xD
Mungkin bakal ada tokoh baru :3a
Yang penasaran sama gimana ceritanya bisa beli komiknya di Gramedia Bookstore, atau bisa kunjungi websitenya :

Bia kunjungi wesite resminya :


Beberapa Preview komiknya nih




Dan saya tampakkan juga pengarangnya xD
Jeng.. Jeng...


Maju terus Is Yuniarto ^o^)/
Harumkan nama bangsa lewat karyamu T^T)9 #jduuk

Ya.. share aja nih selain Garudayana, Is juga sudah buat beberapa komik lainnya seperti :
Wind Rider Comic (2005)
Knight of Apocalypse vol 1-3 (2007-2009)



Bahkan sudah ada yang cosplay pake chara dari komik Garudayana ini xD
#salut sama Cosplayernya



Yosh. Sekian dulu dari saya, Maaf jika ada kekurangan mohon ditambah jika ada kelebihan mohon dikurangi xD
Terima Kasih atas kunjungannya ^^

Jumat, 27 Juli 2012

SAYA PERNAH DATANG DAN SAYA SANGAT PENURUT" menceritakan seorang anak kecil yang memiliki hati besar

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.

Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia
tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan
anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka
kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh
dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa.

Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga
ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya.

Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.

Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya
dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti.

Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut
menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian
sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi
lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam
waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”. Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut,
semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri.

Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan
berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada,
kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah
studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng
Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim
email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua
orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak
menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu
memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana
Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.

Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah
berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain.

Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.
Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah
menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan
selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,…….

Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga
pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun
secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan
kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga
akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.

Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan
kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan.
Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.
—

Rabu, 16 Mei 2012

Visit to candi Prambanan

Candi Prambanan kabarnya bukan saja merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, namun juga di wilayah Asia Tenggara. Candi utama di kompleks Candi Prambanan ini adalah Candi Shiwa Sang Perusak (34 x 34 meter, dengan tinggi 47 meter) yang berada di tengah, Candi Brahma Sang Pencipta (20 x 20 meter, dengan tinggi 33 meter) yang berada di sebelah selatan, dan Candi Wisnu Sang Pemelihara (20 x 20 meter, dengan tinggi 33 meter) di sebelah utara, sesuai kepercayaan Tri Murti dalam ajaran Hindu.
Di sebelah depan deretan candi utama ini terdapat Candi Angsa yang merupakan kendaraan Brahma, Candi Nandi yang merupakan kendaraan Shiwa dan Candi Garuda sebagai kendaraan Wisnu. Keenam candi berada di atas dataran berbentuk bujur sangkar, dengan lebar sisi 110 meter.
Candi Prambanan
Candi Prambanan dilihat dari jarak jauh. Kompleks Candi Prambanan in cukup luas, dan pengunjung harus berjalan kaki beberapa puluh meter dari tempat parkir kendaraan untuk sampai ke lokasi Candi Prambanan. Candi yang besar di bagian tengah adalah Candi Shiwa. Tiang-tiang penyangga untuk kegiatan renovasi Candi Prambanan tampak masih menonjol di sana sini.
Candi Prambanan
Candi Prambanan dilihat dari jalan masuk utama. Keenam candi tampak semua pada foto di atas. Panggung di sebelah kanan dibuat untuk para pengunjung ketika Candi Prambanan sama sekali ditutup untuk umum selama beberapa lama setelah gempa Yogya tahun 2006.
Di latar depan Candi Prambanan tampak reruntuhan batu-batuan candi yang candinya tidak direstorasi. Kabarnya suatu candi akan direstorasi ketika 75% batu aslinya masih ada. Namun ada perasaan sayang juga, mengapa tidak membuat candi baru di lokasi reruntuhan Candi Prambanan itu dengan menggunakan batu yang ada, dan batu-batu baru, mengembalikan keutuhan dan keagungan kompleks, bersih dari batu yang berserakan.
Candi Prambanan
Deretan candi kendaraan para dewa di Candi Prambanan. Candi Prambanan ini dibangun pada abad 9 oleh Balitung Maha Sambu dari Wangsa Sanjaya. Namun ada juga yang menyatakan bahwa kemungkinan Candi Prambanan dibangun oleh Rakai Pikatan, Raja kedua Wangsa Mataram Hindu.
Candi Prambanan
Saat itu Candi Shiwa masih belum bisa dimasuki oleh pengunjung, demikian juga Candi Wisnu. Relief Ramayana bisa ditemukan pada pagar langkan Candi Shiwa dan relief kisahnya dilanjutkan di Candi Brahma. Sedangkan di Candi Wisnu terdapat relief Kresnadipayana yang menceritakan masa kecil Prabu Kresna sebagai titisan Wisnu.
Candi Prambanan
Deretan stupa langsing bersusun mengerucut bertingkat lima, dengan sebuah stupa besar di puncak Candi Prambanan.
Candi Prambanan
Relief-relief burung di Candi Prambanan yang terlihat seperti bentuk aslinya. Relief yang berada di sebelah kiri adalah Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang kabarnya hanya ada di Pulau Masakambing, di tengah Laut Jawa.
Candi Prambanan
Arca Nandi (Lembu), kendaraan Dewa Shiwa, tersimpan di dalam bilik Candi Nandi, yang berada di depan Candi Shiwa. Sedangkan Arca Angsa sebagai kendaraan Brahma dan Arca Garuda sebagai kendaraan Wishnu tidak ditemukan lagi di bilik Candi Agsa dan Candi Garuda. Sebuah pertanyaan kritis juga, mengapa tidak dibuatkan replikanya dari rujukan yang tersedia.
Candi Prambanan
Reruntuhan candi yang merupakan bagian dari 224 candi-candi perwara yang pernah ada yang mengelilingi halaman Candi Prambanan dalam tiga baris. Di halaman juga terdapat dua buah candi pengapit berketinggian 16 meter, serta masing-masing empat candi kelir dan candi sudut.
Candi Prambanan
Candi Prambanan ini ditemukan oleh CA Lons pada 1733. Beberapa pihak yang berjasa dalam perawatan dan pemugaran Candi Prambanan adalah Theodoor van Erp (1902-1903) yang melakukan pemeliharaan pada bagian yang rawan runtuh; Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin (1918-1926) yang melakukan pemugaran secara lebih terencana; dan kemudian diteruskan oleh De Haan (1926 – 1930) dan Ir. V.R. van Romondt ( 1931 – 1942). Pemugaran Candi Shiwa baru selesai pada 1953; sedangkan Candi Brahma selesai dipugar pada 1987, dan Candi Wisnu pada 1991.
Candi Prambanan
Candi Prambanan ini juga disebut Candi Loro Jonggrang, diambil dari nama putri Prabu Boko yang disumpah oleh Bandung Bondowoso menjadi arca batu, ketika gagal membuat 1000 candi karena para lelembut pembantunya berhenti bekerja setelah mendengar ayam jantan berkokok. Sang ayam mengira hari sudah fajar setelah orang-orang ramai menumbuk padi di lesung, atas perintah Loro Jonggrang. Arca batu yang disebut sebagai Loro Jonggrang sesungguhnya adalah arca Durga, isteri Shiwa yang diusir dari kayangan karena melakukan sebuah kesalahan.
Sejak 1991, Candi Prambanan telah resmi menjadi situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO, yang antara lain berarti bahwa Candi Prambanan terlindung secara internasional, misalnya dalam situasi perang.

RENUNGAN CERDAS MENGGAPAI CINTA SEJATI

TINGKATAN CINTA

    Tingkatan pertama cinta adalah istihsan(anggapan baik),
Pada tingkatan ini seseorang menyukai wajah orang yang menjadi
obyek cintanya. Dengan demikian,cinta ini pada mulanya
bermula dari pandangan mata,maka seolah-olah berperan
sebagai delegasi seseorang yang sedang dilanda cinta,terlebih
lagi saat lidah tidak mampu mengekspresikan cinta.Pada level
ini interaksi yang terjadi lebih bersifat kesetiakawanan, belum
menjadi interaksi cinta.
     Tingkatan kedua adalah takjub. Pada tingkatan ini
seseorang selalu ingin berada di samping obyek cintanya dan
ingin selalu bercakap-cakap dengannya.
    Kemudian tingkatan selanjutnya adalah rindu. Dalam
level ini, hati seseorang demikian menggebu-gebu terhadap
kekasihnya. Semua orang akan ikut merasakan kegelisahan
nya. Dan kegelisahannya tersebut akan terobati tatkala ia melihat
kembali kekasihnya
    Lalu tingkatan terakhir adalah tingkatan kasmaran. Pikiran
seseorang pada level ini akan selalu dipenuhi oleh cinta. Di
kalangan penyair, syair yang dilantunkan oleh seseorang yang
berada di level ini disebut usyq (syair mabuk cinta).
    Seseorang yang sedang kasmaran ada 3 tingkatan
Tingkatan permulaan,pertengahan dan akhir.
    Pada tingkatan permulaan setiap orang harus segera
menepisnya semaksimal mungkin apabila upaya untuk menuju
tambatan hatinya diperkirakan tidak mungkin secara realita
atau tidak diperbolehkan secara syar'i.
    Namun apabila ia tidak mampu menahan kasmaran dan
hatinya ingin selalu dekat dengan kekasihnya, maka ia
telah masuk ke dalam tingkatan pertengahan.
    Sedangkan tingkatan akhir, dalam hal ini ia harus
merahasiakan perbuatannya, tidak perlu disebar luaskan kepada
manusia.Jika ia tetap menyebarkanluaskannya, maka berarti ia telah
melakukan kezaliman terang-terangan.

CINTA DALAM ISLAM

    Cinta adalah sesuatu yang dianjurkan dalam Islam.
Rasullah saw dalam sejarahnya,sangat mencintai istrinya
Aisyah ra. Rasullah saw. memanggilnya dengan julukan
humaira' (si pemilik pipi merah),karena wajahnya menjadi
merah tatkala ia marah. Rasullah saw. senang bercumbu rayu
dengan Aisyah dan lebih condong terhadapnya daripada istri
lainnya atas dasar cinta. Menurut saya, Rasullah saw. sangat
tepat ketika menjelaskan seputar cinta dengan definisi yang
indah melalui sabdanya:
"Ruh-ruh itu adalah tentara-tentara yang dipersenjatai. Ruh
ruh yang saling berkenalan akan menjadi lunak. Sedangkan ruh-ruh
yang tidak saling mengenal akan berselisih"(HR.Syaikhani)
   
    Cinta itu sebenarnya merupakan perpaduan semangat ruh
dan mental, sebelum pada akhirnya terjadi perpaduan fisik.
    Cinta bukan sekadar nafsu yang diaktualisasikan dalam
hal-hal yang berhubungan dengan fisik. Namun, ia merupakan
cara interaksi dan pertemuan ruh dengan ruh serta kerinduan
jiwa dengan jiwa,bukan jasad dengan jasad. Kemudian peristiwa
itu didukung oleh syara' maupun adat istiadat.

APA MUNGKIN MENDUAKAN KEKASIH?
    Seseorang yang mencintai dan kasmaran terhadap dua kekasih,
maka cintanya telah bercampur dengan nafsu. Padahal nafsu tidak
dapat disebut cinta.

Perempuan & Rahasia

Burung tak sempat bertanya
apakah dirinya merdu
Apa itu yang bernyanyi menembus awan
Dan mengantar hujan
Ia hanya terbang, merajut cinta dengan daun dan musim
Hingga semua telinga terjaga oleh kebenaran suaranya
Kupu-kupu tak dapat bertanya
Apakah dirinya indah
Apa itu yang membentang megah
Menggoda hutan untuk menawan cahaya bintang
Ia hanya hingga, merajut cinta dengan embun dan bunga
Hingga semua mata terpesona akan kecantikan sayapnya
Bunga tak sanggup bertanya
Apakah dirinya wangi
Apa itu yang meruap, memenuhi udara dan melahirkan kehidupan
Ia hanya tumbuh, merajut cinta dengan liur dan madu
Hingga alam raya terselimuti harum dan warna
Yang tak pernah diduganya
Seorang laki-laki tak kuasa bertanya
mengapa perempuan ada
Siapa itu yang terdiam dalam keanggunan
Tanpa perlu mengucap apa-apa
Ialah puisi yang merajut cinta dengan bumi dan rahasia
Hingga semua jiwa bergetar saat pulang ke pelukannya