My Playlist

Selasa, 02 Agustus 2016

Yomigami Journey Beginning

Chapter 2 : Masa Lalu
Genre : Fantasy, Action/Adventure, Romance, Friendship, Family
Rated : R
Disclaimer : By Rheta and Guro's Friend, OC
Warning : Sebagian cerita dan tokoh-tokoh dibawah ini saya ambil dari tempat saya Roleplay. Jika ada kesamaan waktu dan kejadian, maupun kesalahan apapun mohon dimaafkan, mohon bantuannya sand pie m(_ _)m. 

Prolog~
Walaupun para anggota Guro sudah menerimanya sebagai keluarga, Kyoko sama sekali tidak ingin tinggal dikastil seperti anggota lainnya. Apa yang membuatnya tidak ingin tinggal? Berusaha menyembunyikan identitasnya?
Konon kekuatan yang ada didalam dirinya benar-benar dibenci oleh sekelompok manusia. Ya.. Kyoko tidak mau jika masa lalunya itu terulang, masa lalu yang menghantuinya sebagai trauma. Jika para anggota Guro mengetahui hal itu, maka mereka akan membunuhnya, itulah yang dipikirkannya selama ini. Jadi Kyoko berusaha menjaga jarak diantara mereka.
Namun dibalik itu semua, sebenarnya ada seseorang yang sudah mengetahui identitas aslinya, siapakah dia? Rei? Tentu saja bukan.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada malam itu, sang Luna bersinar begitu terang, pemandangan yang elok jika dilihat dari balik jendela kastil itu. Dan ternyata memang ada seseorang yang sedang menikmati pemandangan tersebut, senyum simpul tampak diwajahnya, surai putihnya yang menari karena hembusan lembut dari angin malam, sorotan matanya pun ikut larut dalam suasana. Namun suasana yang hayat itu tidak bertahan lama setelah pemuda berambut coklat itu memasuki ruangannya,
BRAAAK!!
“ Yoo.. Danchou! “ sapaan Rei terdengar setelah suara keras dari hantaman pintu yang ia tendang.
Tidak ada reaksi terkejut ataupun marah dari si pemilik ruangan itu, sepertinya kejadian ini sudah dialaminya berkali-kali hingga ia terbiasa, “ Aah.. yo.. “ jawabnya dengan tenang, namun ada sedikit nada jengkel disitu.
Rei meletakkan sebuah berkas pada meja kerjanya,” berkas anggota baru, kau bisa membacanya sendiri “.
Tangan pria itu langsung meraih berkas yang berada diatas mejanya, dibacanya dengan seksama, “ Kyoko Yuzuki.., wanita.., hanya ini? “
“ Ah.. maaf aku lupa, data itu memang belum lengkap karena kita memiliki sedikit masalah dengan klien kita. “ ucap Rei yang kini sudah menduduki meja kerja pria itu.
“ Jaa.. lalu untuk apa berkas ini diberikan sekarang? “.
“ Hoaaam~ Aku lelah, bisakah aku tidur sekarang, Mori? “ tukas Rei kepada pria yang ternyata merupakan ketua sekaligus pemilik kastil ini.
Diletakkannya kembali berkas itu, “ Rei.. kau harus menyelesaikannya sendiri. “ laki-laki yang memiliki tinggi yang sama dengan Rei itu berdiri dari kursinya.
“ Darimana saja kau selama ini, Mori? “ ucapan Rei yang terdengar dingin −membekukan Mori.
“ …., “
“ Kau tidak perlu tau, “ jawab Mori dengan tenang.
“ Hhh.. “ helaan nafas yang panjang menjadi respon dari Rei, “ dan, bagaimana dengan misi yang sudah dirundingkan itu? Apa bisa kita mulai besok? “ lanjut Rei.
“ Tentu, sebaiknya kau menghubungi gadis itu lagi agar misi kita bisa dijalankan secepatnya “ ucap Mori yang kemudian berdiri meninggalkan meja tersebut.
“ Hee..“ Rei menampakkan seringainya, “ apa pentingnya gadis itu, Mori? “ namun pertanyaan Rei dihiraukan begitu saja oleh Mori yang sudah meninggalkan ruangan itu.
“ Hhh.. baiklah, sesuai permintaanmu, ketua “ kekeh Rei yang kemudian menghilang dari tempat itu.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
Sebuah hutan yang luas tumbuh pada luar wilayah Negara COSA ini −menjadi simbol perbatasan antara wilayah luar dan dalam Negara. Namun siapa sangka didalam hutan itu berdiri sebuah Kuil kecil yang jarang dikunjungi oleh orang-orang –tapi Kuil itu tampak terawat luar dalam. Ya, karena kuil ini merupakan dimana Kyoko tinggal.
Terlihat Kyoko yang sedang melangkah gontai memasuki kuil tersebut, “ aku pulang.. “ entah kepada siapa ia memberi salam, memang tidak ada orang lain yang tinggal selain Kyoko disitu, ucapannya hanya sekedar kebiasaan lama dalam tata krama memasuki rumah. Perjalanan yang melelahkan dari kastil menuju kuil membuat tubuhnya tergeletak seketika diatas Tatami.
“ Ung.. “ tirai malam dengan luna sebagai coraknya terlihat dari balik bilik kayu itu, membuat emerald merahnya sayu, pemandangan itu membawa Kyoko larut dalam lamunannya, bahkan Kyoko bisa saja perlahan tertidur.
Dting.. dting.. dting..
Tiba-tiba sebuah suara tali lonceng dari sebuah Statue dimana orang-orang berdoa berbunyi, lamunan Kyoko terpecah seketika, Kyoko tidak mengira kenapa ada orang yang ingin mengunjungi kuil ini dimalam hari, penasaran Kyoko segera bangkit dari perbaringannya “ kenapa ada yang datang malam-malam begini? “ lirihnya. Langkahnya berjalan keluar dari ruangan untuk menemui seseorang yang menyembunyikan lonceng tersebut, diluar dugaan, setelah semakin dekat dari lonceng itu Kyoko melihatnya sosok pria yang tak asing baginya, “ etto.., apa yang dilakukan Rei-san disini? “ ya, sosok yang dilihatnya adalah Rei –sang Rookie dari Guro. Kyoko tak menyangka orang itu bisa sampai pada kuil yang bisa dibilang sedikit terpencil, dan orang bodoh macam apa yang melakukan ritual doa di kuil pada malam hari? Bahkan waktu sudah hampir menunjukkan tengah malam.
Rei terlihat memejamkan kedua matanya, menyatukan kedua telapak tangannya seakan sedang memohon sesuatu, setelah melemparkan sebuah koin. Seperti orang pada umumnya berdoa di kuil.
“ Permintaanmu sudah dikabulkan, tuan.. “ ucap Kyoko yang sudah berdiri dibelakang Statue tersebut, entah Rei menyadarinya atau tidak.
“ Hee.. Kyoko-san, kenapa kau ada disini? “ tukas Rei, tanpa respon terkejut. Setelah ia membuka kedua matanya dibunyikan kembali lonceng itu dan kembali menepukkan kedua tangannya.
“ Kyoko tinggal di kuil ini, dan apa yang membuatmu kesini, Rei-san? “.
“ Rumahmu hanya di Guro, dan kau tinggal bersamaku “ tegas Rei sambil membunyikan lonceng itu kembali, bahkan jika dihitung lonceng itu sudah berbunyi sebanyak tiga kali.
“ Begitu.. apa ada sebuah keharusan anggota baru tinggal disana walaupun anggota itu sudah memiliki rumah? “.
“ Kau harus, Kyoko “ intonasi nadanya menjadi datar, “ kau perlu berkemas? “ lanjut Rei dengan kesan memaksanya.
“ Tidak perlu, Kyoko tidak meninggalkan ataupun membawa apapun selama tinggal disini “ ucapan Kyoko terdengar ragu.
“ Doaku terkabul “ ucap Rei yang akhirnya mengakhiri sesi doanya yang aneh itu.
“ Sebenarnya, sebanyak apapun permintaanmu bunyikan loncengnya sekali saja, Rei-san “ ujar Kyoko pada sosok pria yang sekarang sedang berjalan mendekatinya.
“ Yosh kita berangkat “ tangan Rei tiba-tiba saja mendekap tubuh Kyoko, dan tanpa disadari tubuh Kyoko sudah terangkat sampai pada pundak Rei. Ya.. tubuh Kyoko bagaikan karung beras yang sedang dipanggul oleh petaninya sekarang.
“ Eh?!? A-apa?!? Tu- tunggu, “ Kyoko tentu saja terkejut akan perlakuan itu.
“ Ah.. kau berat juga ya ternyata “ ledekan khas dari Rei terlontar, bahkan ledekan Rei yang bisa dibilang dapat membuat wanita meledak saja tidak dihiraukannya sama sekali, kepanikan Kyoko akan perlakuan Rei mengalahkan segalanya.
“ Tunggu Rei-san, haruskah kita berangkat sekarang? Dan se-sebenarnya tidak apa jika Kyoko berjalan, “, Kyoko tidak mau dirinya dibawa kembali ke kastil itu sekarang, rencana untuk menyembunyikan identitas aslinya bisa gagal jika Kyoko tidak bisa lepas dari ini.
“ Tidak masalah nee~ perjalanan cukup panjang, aku tidak mau kaki kecilmu itu terluka~, “ tukas Rei dengan logat santai khasnya.
“ Re-Rei-san!? “  Kyoko terus membelot, berharap Rei melepaskannya.
“ Ahh.. lihat! Bulan malam ini tampak indah, “ potong Rei, teriakan maupun hentakan Kyoko tidak mempan sama sekali pada Rei. Rei tetap bersi keras membawa wanita ini paksa, demi cepatnya misi ini terselesaikan.
Segala usaha Kyoko tidak mempan, Rei selalu memiliki celah untuk menghentikan  berbagai alasan Kyoko. Dan pada akhirnya Kyoko membiarkan dirinya dibawa bagaikan seorang sandera.
.
.
.
.
Sudah setengah jam berlalu, tak ada lagi perbincangan apapun dari mereka, hanya diiringi suara langkah kaki milik pria berambut coklat kemerahan ini. Sunyi, senyap, dan terkadang suara jangkrik menyahut sesekali dari beberapa pohon yang mereka lewati. Sinar putih dari luna cukup terang untuk menuntut jalan mereka sehingga hutan tak begitu gelap.
 “ Hmm.. “ gumaman dari Rei memecah kesunyian, “ boleh kutebak.. kau itu sebenarnya mahluk apa? “ pertanyaan Rei secara tiba-tiba dilontarkan. Mengingat kejadian yang ia lihat saat Rei memperkenalkan Arthur pada Kyoko.
Kyoko terdiam,” ….. “,
“ Hey Kyoko? Kau tertidur? “
“ Tidak.. “ suara Kyoko terdengar lembut, bahkan hampir tidak terdengar sama sekali, “ tentu, Kyoko ini manusia..” sebenarnya jika suara Kyoko didengarkan seksama, suara itu terdengar gugup.
“ Ahh.. benar juga, kenapa harus kupertanyakan, “ tukas Rei, tapi Rei tidak menyadari kegugupan itu.
Kyoko terdiam kembali, kekhawatiran mulai memenuhi dirinya. Ia ingin melepaskan diri dari Rei, tapi jika menggunakan kekerasan, ia bisa saja menunjukkan apa yang disembunyikannya.
“ Hh.. aku lapar, apa kau juga lapar, Kyoko? “ basa basi Rei memulai perbincangan.
“ Aa.. Kyoko lapar.. “ jawab Kyoko semenanya.
 “ Kalo begitu ayo kita cari daging, mungkin ada yang bisa kita buru darisini “ ucap Rei antusias. Manik hijaunya melirik wajah pada gadis yang digendongnya, namun hanya tatapan sayu yang tampak dari Kyoko sekarang, “ Kyoko? “ Rei menyahutnya. Namun tak ada jawaban apapun dari Kyoko.
“ Hhh.. “ langkah Rei terhenti.
.
.
.
.
“ Rei-san.. “ lirihan Kyoko akhirnya terdengar.
“ Hnn..? “
“ Bisakah kita beristirahat sebentar? “ ucap Kyoko
“ Kau lelah? “ Rei menuruni Kyoko dari gendongannya, “ kau hanya kugendong tapi bisa kelelahan juga, nee? “ ledek Rei kembali, saat menyandarkan tubuhnya pada sebatang pohon.
Diikuti Kyoko yang duduk bersandar disisi lain batang pohon itu, “ Kyoko tidak bisa tidur dipundak orang “ celoteh Kyoko sedikit menyindir.
“ Begitu.. kalo begitu kita lanjutkan perjalanan besok pagi “ ucap Rei yang akhirnya ikut duduk bersandar. Dan tak ada jawaban lagi dari Kyoko.
.
.
.
.
.
Beberapa saat detik sempat hening, salah satu dari mereka tertidur, entah Kyoko atau Rei? Namun sebuah suara kegelisahan tiba-tiba terdengar setelah beberapa detik keheningan itu, suara itu berasal dari Kyoko, Kyoko tidak memejamkan matanya sedari tadi, ada yang menahannya sehingga ia tidak bisa tidur begitu saja, berbeda dengan Rei yang sudah tertidur pulas, mungkin?
“ Rei-san.. “ suara sekat yang tertahan terdengar dari tenggorokan Kyoko, namun Kyoko tetap menutupinya dengan tenang.
Tidak ada jawaban, Rei ternyata memang sudah tertidur pulas. Kyoko menghentikan niatnya untuk membangunkan tidur Rei yang nyenyak. Kembali ia bergulat dengan kegelisahannya sendiri, kegelisahan yang membuat dirinya takut. ‘Sesuatu’ yang ada didalam diri Kyoko lah yang membuatnya takut. Kyoko tidak ingin jika ‘itu’ keluar malam ini, Luna yang bersinar penuh memanggilnya kuat sehingga Kyoko harus menahan kuat agar ‘dirinya’ tidak keluar, itu salah satu penyebab kenapa Kyoko tidak ingin sampai kastil pada malam ini.
Kegelisahan sepertinya tampak dipuncak, Kyoko tidak dapat menahan dirinya lagi lebih lama, satu-satunya jalan hanyalah lari menjauhi Rei, Rei memang tertidur pulas, tapi Rei bisa kapan saja bangun, dan melihat apa yang terjadi pada Kyoko. Dan akhirnya Kyoko meninggalkan Rei sendirian disitu.
Seribu langkah melewati beberapa pohon disitu, mencari persembunyian namun tidak ditemukannya sama sekali, Kyoko semakin jauh dari Rei, semakin jauh, dan ia tak mungkin kembali ke kuil, sampai Kyoko sampai pada batasnya. Kyoko tergeletak percuma, tubuhnya tak bergerak sama sekali, ‘dirinya’ sudah menguasai tubuh Kyoko.
.
.
.
.
.
Rei akhirnya membuka matanya, tidurnya tidak bisa terlalu nyenyak, karna pikirannya sedang dipenuhi misi ini. Rei berbalik dan melihat diri Kyoko yang menghilang dari tempatnya, “ menyusahkan.. “ gumam Rei, Rei segera bangkit mencari gadis itu, itu bukanlah hal yang sulit bagi Rei melacak jejak larinya target, itu menjelaskan juga kenapa Rei dapat menemukan Kyoko pada kuil terpencil ditengah hutan.
Hanya dalam beberapa menit, Rei akhirnya menemukan Kyoko –yang sudah tergeletak ditanah, sasaran yang empuk bagi Rei untuk menahannya kembali, kali ini Rei menghunuskan katana hitam dari sarung yang terikat disabuk Kinagashinya, ketidak sabarannya akan tingkah Kyoko membuatnya melakukan cara kasar itu, sifat alami dari Rei, “ kau tidak bisa kabur dariku, nee~ “ ucap Rei, “ bisa kita lanjutkan perjalannannya? Ketua menginginkanmu dengan entah apa alasannya, dan aku mulai lelah dengan misi ini, bisakah kau kasihan denganku?, “ lanjut Rei. Namun tidak ada jawaban dari Kyoko, “ tidur? Baiklah akan kuperlakukan cara tadi “ ledek Rei, kembali menyarungkan kembali katananya, dan berlutut didekat Kyoko. Sebelum tangan Rei itu menyentuh tubuh Kyoko, tiba-tiba sorotan mata emerald merah milik Kyoko menyala, tubuh Kyoko bangkit mendekap Rei tiba-tiba, namun bukan sebuah pelukan mesra yang didapatkan Rei sebenarnya, melainkan sebuah gigitan yang merobek kulit lehernya, “ Akkh! “ teriak Rei yang tidak sempat menghindar dari serangan itu.
“ Apa yang kau lakukan Kyoko! “ tangan Rei dengan sigap menjauhkan wajah Kyoko dari lehernya.
“ Kkkh! “ pekik Kyoko terdengar, ketika tubuh Kyoko terangkat akibat cekikan dari tangan Rei, “ n-ni-niku “ seringai Kyoko tampak, ah bukan seringai milik Kyoko lebih tepatnya, namun kekuatan didalam diri Kyoko. Seperti semacam kutukan yang dapat melukai orang terdekatnya jika tidak dapat dikendalikan. Dan kebetulan kekuatan itu butuh semacam tumbal.
“ Aku tau kau bukan manusia, nee “ Rei melempar tubuh Kyoko menjauhi dari dirinya, itu memang perlakuan yang kasar bagi gadis, tapi bagi Rei, ini semacam hal yang sering ia hadapi saat melawan iblis atau monster, entah itu anak-anak ataupun wanita, Rei tidak pernah memandang kasihan. “ Ukh.. sekarang aku mengerti kenapa kau memberikan tugas ini, Mori “ gumam Rei sambil menahan lukanya yang terbuka mengalirkan darah segar.
Kembali ia mengeluarkan katana hitam legam dari sarungnya, “ Kuroitsu, “ Kuroitsu, sebutan dari katana milik Rei yang terbuat dari taring Rubah Hitam, itu sebabnya hampir keseluruhan warna katana milik Rei berwarna hitam. Dioleskannya darah Rei pada sepanjang besi katana tersebut, dan bangkitlah roh rubah hitam yang menghuni Kuroitsu.
Tubuh Kyoko yang sudah dikuasai itu bangkit untuk kembali menyerang Rei, Rei yang sudah mewaspadai serangannya sedari tadi, berhasil menangkis serangan demi serangan yang diluncurkan Kyoko, dan Rei tidak berniat sama sekali untuk membunuh Kyoko. Ini demi kepentingan misi yang diberikan Mori.
Sampai akhirnya sebuah celah terbuka, “ Maaf Kyoko.. “ beberapa tetesan darah tampak jatuh diatas rumput liar yang tumbuh ditanah hutan itu, tetesan darah itu berasal dari Kuroitsu milik Rei –yang menembus perut Kyoko, tubuh Kyoko terdiam kaku, “ Tenang, aku tidak menusuk titik vitalmu, meskipun ini sakit “ kekehnya pelan, “ Kuroitsu, kau boleh ‘makan’ sekarang “ ucapannya ditujukan pada Kuroitsu miliknya, dan setelah beberapa detik setelah itu, Rei kembali menarik keluar katananya dari perut Kyoko.
.
.
Tubuh Kyoko terdiam, Rei pun menunggu reaksinya. Satu detik, dua detik, dan tiga detik, tidak ada reaksi apapun, perasaan Rei menjadi tidak enak.
JDAAK!!
Dan benar saja, hantaman keras didapatkan oleh Rei hingga terpental jauh kebelakang. Nampaknya Kuroitsu gagal ‘memakan’ kekuatan yang ada didalam tubuh Kyoko.
“ Sial.. “ rintih Rei yang mendapatkan balasan secara tiba-tiba, apa yang membuat Kuroitsu gagal sebenarnya? Elemen api dari dalam diri Kyoko lah yang menjadi kelemahan Kuroitsu, hal itu disadari oleh Rei setelah kegagalannya.
“ Sebenarnya kau ini mahluk apa, nee? “ keadaan Rei akhirnya terpojok karena semakin banyaknya darah yang mengalir, ditambah Kuroitsunya yang tidak mempan pada elemen api. Rei pun tergeletak tak berdaya.
Sasaran empuk bagi Kyoko untuk menghabisinya dengan cepat. Langkahnya perlahan mendekati tubuh Rei, sampai ia berdiri didepan tubuh itu, seringai penuh kemenangan tampak, dan nafsu yang tak tertahankan lagi untuk memangsa Rei menyelimuti Kyoko.
“ itadaki… khh! Khhk! “ tangannya tiba-tiba mencengkram beberapa helai rambutnya, dirinya meringkuk membenamkan wajahnya, “ ja-jangan.. jangan lakukan itu! “ dan dua suara yang berbeda terdengar dari mulut Kyoko.
.
Langkah Kyoko seakan berat, “ Aku ingin Rei! Aku ingin Rei! “ teriak Kyoko.
.
“ Tidak.. Kyoko tidak ingin Rei! “ teriak Kyoko kembali setelah teriakannya yang pertama, “ Akkh!! “ teriakan yang mencekam terdengar setelah itu, “ Hentikan! ! hentikan! ! “ tubuh Kyoko meringkuk seperti menahan rasa sakit, melawan dirinya yang lain, “ Kyoko tidak ingin membunuh Rei “ suaranya bergetar, “ Kyoko tidak mau membunuh lagi “ suaranya semakin bergetar. Isakan nafas yang tercekat terdengar, tubuhnya pun ikut bergetar namun itu tak berlangsung lama, perlahan tubuhnya kembali normal.
.
.
.
.
.
“ Rei.., Rei.. “ tatap Kyoko pada Rei yang sudah tidak bergerak lagi. Tampaklah diri Kyoko yang normal kembali. Kyoko berhasil melawan kekuatan yang menguasai dirinya, namun bukan waktunya Kyoko senang, saat ini dihadapannya terdapat Rei yang tak sadarkan diri.
“ Rei-san.. bangun! “ Kyoko berusaha menyadarkan diri Rei, namun tak ada reaksi apapun dari Rei.
Tubuhnya benar-benar pucat, Kyoko segera memeriksa denyut nadinya, apakah Rei masih sempat diselamatkan. Namun ekspresi Kyoko menampakkan hal yang menyedihkan, denyut nadi milik Rei tidak berdenyut sama sekali, apakah Rei benar-benar mati begitu mudah? Kyoko antara percaya dan tidak percaya dengan hal ini, frustasi mulai mengkerubungi kepalanya, “ apa yang Kyoko lakukan? Rei-san, maafkan Kyoko~ “ tangisan layaknya anak kecil meledak, hal yang ditakutkan Kyoko sedang dihadapinya saat ini. Bayang-bayang traumanya terlihat dimatanya sekarang, “ Hwaaaa~~ “ Kyoko benar-benar menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya.
“ Rei-san! Rei-san! “ begitulah ia menangisi Rei yang bahkan baru dikenalnya sehari.
.
.
.
.
.
.
.
 “ BWAAAA! “ jumpscare dari Rei tiba-tiba, menghentikan tangisan Kyoko.
“ . . . . . . . “ dan suasanapun menjadi hening.
“ Hahahaha! “ tawa Rei meledak, “ yare yare seharusnya kau melihat dirimu saat itu, nee “ ledek Rei kembali.
“ Rei-san, kau masih hidup? “ Kyoko sebenarnya bisa saja menampar Rei keras-keras karena sikapnya yang kurang ajar. Tapi hal yang membingungkan ini memenuhi kepalanya.
“ Tentu saja aku masih hidup, “ Rei memperlihatkan luka dilehernya yang sudah tertutup, “ aku mahluk yang sama denganmu “ lanjut Rei.
“ Mahluk yang sama dengan Kyoko? “ Tanya Kyoko,  “ lalu, bagaimana dengan denyut nadi itu? “ Kyoko masih bingung dengan yang terjadi sebenarnya.
“ Hhh.. kau ini polos atau bodoh? Aku adalah Vampire.. “ ucap Rei yang akhirnya membuka identitas aslinya.
“ Tapi Kyoko ini bukan vampire, “ jawab Kyoko dengan polosnya.
“ Ahh.. intinya kita bukan sama-sama manusia, nee “ ujar Rei.
“ Lalu, jika bukan Vampire kau ini apa? “ lanjut Rei bertanya.
“ Kyoko ini.. Inu, mungkin? “ ucap Kyoko ragu.
“ Inu? “ Rei langsung menatap lekat pada tubuh Kyoko, memeriksa apakah ada benda yang tumbuh ditubuhnya seperti kuping atau ekor yang lucu.
 “ Tidak ada ekor dan kuping? “ tukas Rei heran sekaligus kecewa.
“ Ekor? Kyoko sedang tidak menampakkannya saat ini “ pipi Kyoko memerah seketika.
“ Hee? “ seringai khas Rei tampak kembali.
Sinar Fajar mulai muncul dari persembunyiannya, tampaknya malam telah berakhir, semalaman mereka melakukan perjalanan, dan ini adalah misi kecil yang paling memakan waktu lama dari semua misi kecil yang Rei jalani.
“ Ya ampun, berapa lama kita berada di Hutan ini, “ ketus Rei, “ Yosh, bisa kita mulai kembali perjalanan kita, nona? “ bangkit Rei memulai perjalanannya kembali, seakan tidak ada apa-apa yang terjadi.
“ Tunggu, Rei-san.. “ panggilan Kyoko menghentikan langkah kaki Rei.
“ Hnn? “ Rei menolehkan wajahnya pada Kyoko.
“ Terima kasih.. sudah membantu Kyoko, “ ucapnya pelan.
“ Haa? “ Rei bingung atas apa maksud ucapan Kyoko.
“ Kyoko belum bisa mengendalikan kekuatan yang ada didalam diri Kyoko, tapi berkat tindakan Rei-san tadi, Kyoko dapat mengalahkannya sendiri. Jadi −jika tidak keberatan, maukah Rei-san mengajari Kyoko untuk mengendalikan kekuatan ini? Karena sepertinya Rei-san cukup kuat untuk menahan kekuatan Kyoko? “ ucapannya kali ini adalah ucapan terpanjang pertama yang  Kyoko lontarkan.
“ Guru? Kalo soal roh atau semacamnya kau bisa belajar dengan Mori, kau tau Shine pernah tidak sengaja membeberkan rahasianya kepadaku tentang Mori, bahwa dia adalah perwujudan dari Roh Anjing. Ya~ kau bisa saja belajar denganku, tapi kau akan sedikit mengalami babak belur. Jadi lebih baik kau belajar dari pakarnya langsung. “ ucap Rei tersenyum. Sebenarnya kata itu merupakan alasan secara halus untuk menolak Kyoko, mengingat dirinya yang kewalahan menahan kekuatan Kyoko, meskipun Rei dapat beregenerasi dengan cepat.
“ Mori? “ Tanya Kyoko
“ Tatsugi Mori, ketua Guro, kau lupa? “ balas Rei.
“ Ke-ketua mahluk yang sama dengan Kyoko? “ matanya berbinar seketika.
“ Berbeda, kau siluman dia roh, baiklah ayo kita jalan, nona, mau berapa lama kau duduk disini “ Rei kembali menggendong tubuh Kyoko kepundaknya seperti yang dilakukannya pertama kali.
“ Ah! Ba-baik, tapi Rei-san, sebenarnya Kyoko bisa berjalan sendiri “
“ Aku hanya tidak ingin kaki kecilmu itu terluka “ ledek Rei, kemudian lenyap dari tempat itu.

Misi Rei selesai pada saat itu juga, berkas milik Kyoko terisi lengkap akan informasi-informasi tentang dirinya, dan diterima oleh Mori, Rei langsung mengistirahatkan dirinya dengan lega. Kyoko salah akan perkiraannya, ternyata anggota Guro bukanlah manusia seluruhnya seperti yang dikhawatirkan oleh Kyoko. Bahkan ketua Guro itu sendiri merupakan Roh, dan Rei sendiri sebagai orang Guro pertama yang ia temui adalah seorang Vampire. Dan Kyoko akhirnya mau tinggal dikastil itu. Lalu bagaimana dengan anggota lainnya? Siapakah mereka? Apa mereka juga mahluk yang berbeda? Kyoko semakin penasaran akan mereka. Kyoko pun juga terbuka akan dirinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, tidak ada yang akan membenci Kyoko disini, tidak ada yang akan membunuh Kyoko disini, karna di Guro ini keluarga baru Kyoko dibentuk.
Spoiler~
Dan keesokan paginya.
Seluruh Anggota Guro telah dikumpulkan pada aula kastil, pintu utama terbuka, dan tampak seorang pria berambut coklat kemerahan memasuki aula dengan kinagashi dan jubahnya yang berkibar. Dengan mantapnya langkah kaki itu berjalan lurus diantara gerombolan anggota Guro.
Tap!
Pria itu naik pada sekotak kayu yang menyerupai panggung kecil, dan dengan kharismanya ia berbalik menatap seluruh anggota. Senyum angkuhnya terlukis diwajah, dan dia pun berseteru “ Wahai seluruh anggota Guro yang kuhormati, Fujiwara Rei sebagai Rookie Guro telah berdiri disini untuk mewakili pesan Ketua. Malam ini persiapkanlah diri kalian akan misi besar yang akan kita hadapi secara besar-besaran. Karena harta karun besar sudah menunggu kita. “ ucapnya dengan seringai khasnya.
-To Be Continued-
 

Rabu, 13 Juli 2016

Yomigami Journey Beginning



Chapter 1 : Awal Pertemuan
Genre : Fantasy, Action/Adventure, Romance, Friendship, Family
Rated : R
Disclaimer : By Rheta and Guro's Friend, OC
Warning : Sebagian cerita dan tokoh-tokoh dibawah ini saya ambil dari tempat saya Roleplay. Jika ada kesamaan waktu dan kejadian, maupun kesalahan apapun mohon dimaafkan, mohon bantuannya sand pie m(_ _)m.




COSA, sebuah negara yang sama sekali tak dikenalnya, bahkan bisa dibilang ini pertama kali baginya menampakkan diri di kota yang penuh dengan hiruk pikuk manusia. Melangkah tak tentu arah, bahkan jika saja ia berharap mati ia ingin sang Algojo mengabulkan permintaannya segera. Sampai kaki kecil itu membawanya pada sebuah pohon Maple, pohon Maple dimusim gugur yang terasingkan dari tengah kota. Ya.. pohon Maple itu tumbuh jauh dari pusat keramaian, sebuah pemandangan yang mewakili perasaannya memang, sedikit dramatisir ataupun tragis, entahlah. Tak lama kemudian sehelai kertas mendekatinya, seakan memberi isyarat, ‘pungutlah aku yang terbuang ini’, jari - jarinya yang kecil merangkai kertas yang dipungutnya menjadi mainan kecil berbentuk pesawat.. setidaknya benda ini menjadi berguna untuk menghiburnya.

“ Membosankan.., “ lenguhan lembut terdengar bersamaan dengan angin yang menerbangkan kertas tersebut. Namun belum sempat terbang tinggi kertas itu sudah jatuh.

“ Hmm? “ pesawat kertas melandas tepat dihadapan seorang pria yang kebetulan sedang melintas. Manik hijaunya menelusuri datangnya benda itu berasal, dan didapatilah sesosok gadis itu, tengah duduk merengkuh memeluk lututnya, dan tak lama kemudian kedua wajah itu bertemu, “ selamat siang.. “ sapaan yang ramah dari gadis bernama Kyoko tersebut, walaupun suasana hatinya sedang berbanding balik daripada senyumnya yang merekah saat ini.

“ Hai.. namaku Rei, “ pria yang memiliki rambut coklat kemerahan dan mengenakan Kinagashi berwarna merah bata. Tanpa basa basi memperkenalkan diri sekaligus mengembalikan pesawat kertas yang sempat dipungut tadi.

“ Terima kasih.., “ Kyoko menerima pesawat kertas itu, “ Kyoko Yuzuki.. “ tidak lupa juga Kyoko membalas salam perkenalannya.

“ Salam kenal, Kyoko-san. “ Rei benar-benar tidak memiliki rasa canggung terhadap orang yang baru dikenalnya, berbeda dengan Kyoko, perasaan waspada sekaligus takut pasti menyelimuti dirinya ketika bertemu orang baru.

“ Ung.. apa yang sedang anda lakukan disini, Rei-san? “ ucapan khas formalnya kembali ia gunakan disituasi ini.

“ Kebetulan lewat.. “ tukas Rei.

“ Rei-san ingin menuju ke suatu tempat? “.

“ Hnn.. tak ada tujuan pasti? “.

“ Begitu.., tidak ada tujuan pasti ya.. “ kata-kata tersebut mengingatkan akan perasaannya sekarang. Matanya yang sayu tak bisa disembunyikan kembali, bahkan Rei pun menyadari apa yang sedang dirasakan Kyoko.

“ Hnn.. ” tanpa disadari manik hijau milik Rei itu sudah menatap wajah Kyoko yang tertutup beberapa helai rambutnya sedari tadi.

“ A-ada apa? “ Kyoko menyadarinya.

Tatapan penuh arti dari manik hijaunya, seakan Rei menyadari sesuatu hal yang ada didalam diri Kyoko, tanpa ragu ia tepis helai rambut milik Kyoko, yaa.. orang yg diperlakukan seperti ini pasti merasa terganggu akan ketidak sopanan ini, namun Kyoko tetap bersikap tenang.

“ Jangan biarkan wajah itu tertutupi.. “ seringai penuh arti dari Rei tertampang.

“ Ahh.. me-memangnya kenapa? “ Kyoko sedikit menjaga jarak antara wajahnya dan wajah pria itu.

“ Hnn.. entahlah, mungkin wajah itu tidak akan jelas jika tertutupi. ” nada bicaranya tetap terdengar tenang, “ kau ingin mengunjungi suatu tempat? “ lanjut Rei.

“ A-apa yg bagus dari wajah ini Rei-san.., eh.. tempat? Kemana? “.

“ Apa kau pernah mendengar Kastil Guro? “.

“ U..uh sepertinya Kyoko pernah mendengarnya, tapi Kyoko belum pernah kesana “ ucapannya bermaksud menutupi identitasnya sebagai orang baru di kota ini.

“ Itu kastil milik geng Guro nee. Kau ingin ikut denganku kesana? “.

“ Geng? “ kata itu membuatnya penasaran dan tanpa pikir panjang, “ …baiklah, Kyoko ingin ikut kesana.. “ sebuah perkumpulan yang mungkin bisa menampungnya, itulah hal yang dipikirkan Kyoko saat menyetujui ajakan Rei tanpa pikir panjang, Kyoko juga mulai menebak mungkin Rei merupakan salah satu anggota dari geng tersebut, hal itu bisa dilihat katana yang tersarung disabuk Kinagashinya, pemandangan tersebut baru saja disadari Kyoko saat ia berjalan tepat dibelakangnya, namun Kyoko tidak ingin mengeluarkan 1 pertanyaan apapun atau mengusiknya.

Selama 15 menit berjalan, sampailah mereka pada sebuah gerbang besi dengan jerujinya yg besar, dan kastil tua yg berdiri kokoh dibaliknya, ya.. dapat ditebak langsung, itulah Kastil Guro. Rei membuka gerbangnya tanpa ragu, dan langsung memasuki halamannya. Tak ada keraguan lagi, sepertinya Rei memang salah satu dari anggota Guro ini. Kemudian langkah mereka berhenti tepat dihadapan pintu masuk kastil ini.

Rei berbalik menatap Kyoko, “ ya, sampailah kita pada tempatnya nona.. selamat datang di kastil Guro.. “ dan dibukanya pintu kayu yang besar itu, aula yang besar menjadi sambutan pertama untuk Kyoko, walaupun tak seperti aula pada kastil kerajaan pada umumnya yang mengkilap dan terlihat megah, justru aula ini terlihat seperti mengeluarkan aura seram.

Tanpa ragu Kyoko mendaratkan kakinya pada lantai aula itu, “ besarnya.. “ komentar pertama yang terlontar, namun tak terlalu jelas terdengar.

Rei juga menyusul memasuki aula itu,“ hee.. dimana orang-orang itu? “ batinnya.

“ Jadi.. apakah ada orang yang tinggal dikastil ini? Apa Rei-san termasuk anggota geng dari kastil ini? “, akhirnya Kyoko mempertanyakan hal tersebut.

“ Hnn.. pemilik kastil ini adalah Mori Tatsugi-sama.. apa kau mengenalnya? “ −Rei pun mulai memimpin langkah Kyoko, “dan.. yaa.. aku adalah Rookie Guro, jadi ingin mulai darimana tour kita nona? ” Rei berbalik menatap wajah Kyoko.

“ Begitu..,” − tebakan Kyoko terjawab sudah− “ ung.. Kyoko belum mengenalnya.., bagaimana jika dimulai dari tempat yang paling menarik disini? “ Kyoko mencoba tersenyum tenang.

“ Tempat paling menarik? “ jari telunjuknya menunjuk tepat pada sebuah lahan kosong yang luas pada jendela dibelakangnya, “ kurasa disana, disana adalah tempat kita berlatih nee~” dengan semangat Rei menjelaskan tempat itu, bisa dibilang tempat tersebut adalah halaman belakang kastil ini.

Kyoko melangkah mendekati jendela tersebut dan melihat pemandangan yang ada dibaliknya, “ …. kalian punya tempat latihan sendiri? He-hebat.. “.

“ Hmm.. mengagumkan mangsa baru telah datang.. “ sebuah suara dari seorang pria terdengar dari arah lain, entah dimana ia berdiri sekarang.

Rei berkata, ” ya.. begitulah.. “ −Tak lama kemudian Rei melirik sosok pria tersebut, tengah berdiri di balkon tangga aula ini, “ Ahh ternyata kau disana Ar.., kemarilah.. kita kedatangan tamu.. “ kekehnya.

Kyoko juga menyadari kehadiran pria tersebut, dan dilihatnya sosok itu menuruni tangga, perasaan tidak enak mulai menghantuinya lagi.

“ Siapa itu Rei-san? “ Kyoko mengeluarkan pertanyaannya dengan tenang.

Kini sosok itu tengah berdiri dihadapannya. Rei pun mulai memperkenalkannya, “ dia Arthur.. wakil ketua Guro..”, “ ahh.. dan ini Kyoko, tamu kita Ar.. “ Rei juga memperkenalkan Kyoko pada pria yang bernama Arthur itu.

“ Kyoko Yuzuki, senang bertemu denganmu wakil ketua.. “ tukas Kyoko langsung memperkenalkan diri dengan formal.

“ Jangan hiraukan aku, kalian berdua lanjutkan saja apa yg ingin kalian lakukan.” ujar Arthur tanpa basa basi meninggalkan mereka berdua.

“ Hei.. hei..” Rei menahan Arthur sebelum ia pergi, “ kau sangat tidak ramah nee.. beginikah caramu menyambut tamu? “ ucap Rei dengan santai.

Wajah dingin dari Arthur seketika mengingatkan Kyoko pada pria yang pernah ia temui. Indra penciumannya sekaligus daya ingatnya akan aroma khas dari tubuh Arthur, meyakinkannya, “ sepertinya Kyoko pernah melihatmu.. “ suaranya terdengar lemah, namun masih bisa terdengar. Bersamaan dengan itu, mata milik Kyoko berubah menjadi merah menyala, sepertinya efek samping dari menggunakan kemampuan penciumannya yang tajam itu yang membuatnya semakin tampak. Rei tanpa sengaja melihat perubahan warna mata Kyoko.

Senyuman tipis penuh arti tampak dari wajah Rei, “seperti yang kuduga kau bukan mahluk biasa nee.. “ batin Rei. Rei memang sudah menyadari dari awal ada hal yang mengganjal pada diri Kyoko, namun ia tak mengungkapkannya dahulu. Mungkin Rei ingin meyakinkan dirinya sekali lagi.

“ Aku tidak pernah bertemu siapa-siapa sebelum kalian.. “, ucap Arthur langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

“ Hhh.. maafkan akan sikapnya, dia memang agak pemalu..” celoteh Rei tidak dihiraukan Arthur sama sekali, “ hnn.. Kyoko, kau ingin bergabung ke geng ini? “.

“ …….. “ pertanyaan Rei membuat Kyoko terdiam sementara, “ Bergabung? Kyoko baru saja mengenal tempat ini dan juga Rei-san.. “

“ Kau menolak? “ potong Rei

“ Ti-tidak.. “ Kyoko terdiam sementara kembali, ada banyak hal yang menganggu benak Kyoko yang tidak bisa diungkapkannya secara langsung, Kyoko menggantinya kesebuah pertanyaan, “ tapi kenapa Rei-san ingin Kyoko bergabung disini? Kyoko hanya lah wanita yang lemah.. dan sepertinya anggota disini terlihat lebih kuat, dan lebih berguna daripada Kyoko.. “.

Rei terkekeh pelan mendengar pertanyaan Kyoko, “ tidak apa.. kita hanya ingin menambah anggota keluarga saja nee.. tidak masalah kan? “.

Kyoko mulai tidak bisa berpikir panjang lagi, dan pada akhirnya Kyoko menyetujuinya,

“ Tapi.. “, “ baiklah.. Kyoko akan bergabung.. “.

“ Yare.. yare.. si bodoh itu menculik wanita lagi nee?!? ” seorang gadis dengan surai silver keunguannya tiba-tiba tampak berjalan mendekati Rei, “ hei budak! Kau culik dia darimana nee ! “ tangan gadis yang tersarung dengan sarung kulit warna hitam mencubit pipi Rei dengan santainya.

“ S-s-sa..sakit.. “, pekik Rei, “ Seenaknya saja berbicara.. aku tidak menculiknya, aku menyelamatkannya dari rasa kesepian.. “ ujar Rei dengan intonasi yang datar, “ ahh! Kyoko, ini Shine, dia adalah tuanku, perkenalkan..”.

Setelah tangan itu mencubit, giliran sepatu boots hitamnya yang menginjak wajah Rei, “ hnn.. begitukah?, ah! Benar, Shine Koumi Hikari, salam kenal Kyoko-san “ Shine tersenyum ramah pada Kyoko, “ dan jangan terlalu dekat dengan mahluk ini, dia sedikit liar deshou! “ mahluk yang dimaksud adalah Rei, dan sepertinya Rei pasrah dengan perlakuan gadis berkemeja putih dengan dasi merah yang dilapisi setelan jas hitam serta mengenakan rok hitam pendeknya, yang merupakan tuannya, Shine.

Dibelakang mereka juga disusul dengan sosok wanita lain, berdiri dengan surai hitamnya yang panjang, sorot matanya yang berwarna hitam legam menatap perlakuan Shine terhadap Rei sekaligus terkekeh pelan karena tingkah mereka, sepertinya pemandangan tersebut merupakan hal yang lucu baginya.

“ Yo Jane.. “ sapa Rei pada gadis yang ternyata bernama Jane.

“ Ehh.. apa Rei-san?” jawab Jane

“ tidak apa-apa, kemarilah, kita kedatangan anggota baru.. Kyoko..” ujar Rei memperkenalkan Kyoko sekali lagi.

Kyoko yang sedari tadi terdiam melihat perlakuan Shine terhadap Rei akhirnya berkata, “ a..ah.. baiklah Shine-san.. “ ia menjawab peringatan Shine, “ uh.. salam kenal semua “ Kyoko menundukkan badannya sebagai salam perkenalan.

“ Kyoko? “ balas Jane

Kyoko menyahut perkataan Jane, “ iya.. Kyoko Yuzuki, salam kenal.. Jane-san..”.

“ hm.. salam kenal Kyoko..” ucap Jane dengan senyum simpulnya.

“ Semuanya.. terima kasih sudah mau menerima Kyoko disini, Kyoko senang, mohon bantuannya semua.., “ tiba-tiba Kyoko kembali membungkukkan badannya lagi didepan mereka.

“ Tidak perlu formal begitu…” sahut Arthur yang tiba-tiba saja muncul kembali.

“ Ahh.. Ar kemana saja kau tadi? ” sahut Rei yang sudah bebas dari ‘belenggu’ kaki Shine.

“ Santai saja nee, kita disini sudah seperti keluarga, semoga kau cepat terbiasa dengan suasana disini “ ucap Shine disusul dengan lengan Shine yang menyikut tubuh Ar, entah apa maksudnya itu.

“ Oiya.. ngomong-ngomong dimana ketua? Dia belum tampak daritadi.. “ tukas Rei.

“ Dia tidak ada dikastil ini, mungkin keluar dengan urusannya.. entahlah. “ Arthur menjawab dengan intonasi khasnya yang berkesan malas, “ maaf semua.. sampai disini saja sesi perkenalan kita, sekarang kembali ketempat kalian masing-masing “ ucap Arthur yang kemudian meninggalkan tempat itu (lagi).

“ Ah.. baiklah.. kau ingin berkeliling lagi Kyoko? “ tanya rei

Kyoko mengangguk, mengiyakan ajakan Rei, “ ung..”.

Menyadari dirinya yang hampir putus asa setelah banyak hal yang dilaluinya. Saat ini ia memiliki keluarga baru, Guro. Namun masih ada beberapa hal tentang dirinya yang masih disembunyikan dari mereka, Kyoko ragu jika ia mengatakan hal yang sebenarnya para anggota Guro bisa saja membunuh Kyoko, jadi untuk sementara ini ia bungkam akan hal itu, sampai ia siap mengatakannya.. mungkin?



- To Be Continued -

Minggu, 19 Oktober 2014

Lirik Lagu GARASI - Sahabat

Lagu dari band GARASI yg berjudul Sahabat ini merupakan salah satu Ost dari film Laskar Pelangi, Yap pada tau kan filmnya?? #yaiyalah. Lagu ini juga merupakan salah satu lagu favoritku nih T^T
Liriknya, nadanya, suaranya.. pokoknya enak benget didenger, bikin nangis juga T^T #jduuk
Ahaha, lebay amat ya?? tapi beneran aku pertama denger lagu ini, gk tau kenapa air mata ini ngalir dengan sendirinya #lebay, mungkin ini karna faktor masa lalu.. yah... secara.. dulu punya masa suram sama sahabat.. jadi lagu ini kayak mewakili jeritan hatiku waktu itu #hueeek
Oke langsung aja kita liat liriknya, cekidot[?]

Garasi - Sahabat

Disaatku butuh dirimu
Kuinginkan kau disisiku
Saat kau perlukan hadirku
Kujanjinkan ada untukumu

Jangan… pernah…
Tuk menghilang…


Kunantikan saat bersama
Penuh cerita dan ceria
redakan beban yang terasa
Memberi warna dalam jiwa
Ku akan selalu berjanji…
Untuk segera sampai nanti
Kan selalu ada untukmu temani harimu…


Jangan… pernah…
Tuk menghilang…
Karena kau lah…
Sahabatku…


Berjanjilah kau tak meninggalkanku
Dan Janjilah Kau tak melupakanku… nanti…
Dan kita harus selalu menjaga
Arti dari sebuah…
Persahabatan kita… ini…


Jangan… pernah…
Tuk menghilang…
Jangan… pernah…
Tuk menghilang…
Karena kau lah…
Sahabatku…


Nah itu dia liriknya, yg penasaran sama lagunya bisa klik di playlist blog saya, silahkan... selamat mendengar dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya T^T)//

Rabu, 15 Oktober 2014

Junko Furuta Story

#Way To Die of Junko Furuta.. ada yg pernah nonton filmnya? mungkin kalo udah ada yg pernah nonton filmnya pasti tau gimana rasa sakitnya gadis ini disiksa sama salah satu penerus geng yang gk asing di Jepang, geng Yakuza. Yap.. film ini diambil dari kisah nyata, kisah Junko Furuta yang diculik, diperkosa, dibantai selama 44 hari, dan berakhir dengan dibunuh.

Junko Furuta
Junko Furuta adalah seorang gadis berumur 16 tahun, sama seperti gadis lainnya. Ia seorang pribadi yang ceria, bersahaja, dan sangat baik. Junko adalah siswi dari sekolah menengah Misato, di Saitama Prefecture, Japang. Ia adalah seorang remaja yang cantik, tidak seperti remaja lainnya. Junko tidak pernah merokok atau minum-minuman keras. Junko sangat terlihat tidak menarik di mata para remaja gengster saat itu, namun Hiroshi Miyano menaruh hati padanya. Hiroshi memang tidak pernah menginginkan hubungan yang sesungguhnya, ia hanya ingin bersenang-senang dan “mencicipi” Junko. Hiroshi biasa melakukan kekerasan di sekolahnya, dan ia adalah salah satu generasi muda dari Yakuza. Tidak ada yang berani menolaknya, tapi Junko dengan berani mengatakan “Tidak.” Dan inilah awal dari serangkaian mimpi buruk, mimpi terburuk yang mungkin dapat terjadi pada seorang wanita atau bahkan manusia.

Pada 25 November 1988, Junko diculik oleh 4 orang remaja. Salah seorang dari remaja itu adalah Hiroshi. Dan inilah awal mula dari mimpi buruk yang berlangsung selama 44 hari, dan Junko harus menghadapinya seorang diri. Selama 44 hari Junko harus melawati penyiksaan paling kejam yang mungkin pernah terjadi pada seorang wanita, penyiksaan yang tidak pantas dilakukan siapapun terhadap seseorang. Terkadang hal buruk selalu terjadi kepada orang baik, Junko salah satunya..

Selama masa penculikan Junko dipaksa menelpon orang tuanya dan mengatakan bahwa ia lari dari rumah lalu tinggal bersama temannya. Ia dipaksa memberitahu orang tuanya jika dia dalam keadaan baik-baik saja. Para penyekap Junko melakukan ini agar polisi tidak melakukan pencarian paska menghilangnya Junko.

Orang tua dari Nobuharu Minato, pemuda yang rumahnya digunakan untuk menyekap Junko hanya datang beberapa kali dalam sebulan. Ketika orang tua Nobuharu datang, Junko dipaksa untuk mengaku sebagai pacar salah satu dari mereka. walaupun orang tua Nobuharu menyadari bahwa Junko sepertinya diculik, mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka takut berhubungan dengan Hiroshi yang merupakan generasi dari Yakuza.

Selama 44 hari masa penculikannya, Junko dipaksa untuk bertahan menerima segala macam siksaan mereka, menahan segala penderitaan dan rasa sakit yang benar-benar tidak tertahan. Sampai akhirnya Junko dibunuh.

Selama 44 hari Junko di paksa untuk telanjang bulat, tanpa sehelai pakaian yang menempel di tubuhnya. ia diperkosa oleh lebih dari 100 pria lewat anus dan vagina, penculik Junko juga mengundang beberapa anggota Yakuza untuk memperkosa Junko setiap harinya, diperkirakan Junko sudah diperkosa sampai 500 kali. pada titik tertentu ia diperkosa oleh 12 laki-laki yang berbeda dalam satu hari.

Selama 44 hari Junko juga harus menerima pukulan keras di wajahnya, mereka memukuli Junko dengan stik golf, dan membenturkan wajahnya ke lantai. 100 pria yang memerkosa Junko mengakui menikmati perlakuan mereka, mereka sangat senang saat melukai Junko. Setelah diperkosa, Junko dipaksa untuk masturbasi di depan mereka dan tamu-tamu mereka. mereka juga memasukan beberapa benda asing ke dalam anus dan Vagina Junko, seperti sebuah botol air mineral, lempengan besi, gunting, tongkat untuk menusuk daging panggang, dan panggangan yang sangat panas. Hiroshi juga membakar klitorisnya dengan sebuah korek api.

Junko tidak pernah diberi makan, ataupun minum. Ia dibiarkan kelaparan dan kehausan. Ia dipaksa untuk makan kecoa hidup dan meminum air seninya sendiri. Selain itu, para penculik Junko juga memasukan kembang api yang masih menyala ke dalam lubang dubur Junko, hingga kembang api itu padam. Itu mengakibatkan luka bakar yang cukup parah. Setelah itu mereka menjepit puting Junko menggunakan penjepit besar hingga membuat putingnya robek, dan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Junko tidak tahu lagi apa yang ia rasakan, seluruh tubuhnya sudah dipenuhi rasa sakit yang teramat sangat. Kemudian mereka mengikat tubuh Junko dengan posisi tangan dan kaki terbuka di atas lantai, lalu mereka menjatuhkan sebuah Dumbbell yang berat ke atas perutnya, ini mengakibatkan seluruh isi perut Junko keluar. Isi perutnya keluar melalui anus dan mulut.

Junko berharap segala siksaannya berakhir, tapi bukannya berakhir. Ia malah digantung di langit-langit rumah dengan keadaan telanjang dan dibiarkan kedinginan selama beberapa hari. Setelah beberapa hari tubuh Junko diturunkan, Hiroshi meneteskan lilin panas ke atas pelupuk mata Junko, lalu membakarnya.

Setelah itu mereka menusuk payudara Junko dengan jarum jahit, hingga jarum itu memenuhi payudaranya. Dan yang paling menyakitkan adalah mereka memasukan sebuah lampu bohlam ke dala vagina Junko, kemudian menggosok-gosokannya hingga bola lampu itu meledak di dalam rahim Junko. Hal ini membuat luka robek yang sangat serius di rahim Junko..

Selama masa penyiksaan itu, Junko berusaha keras untuk bernapas. Ia mengalami kesulitan bernapas melalui hidung karena darah sudah membanjiri rongga hidungnya. Ia mengalami trauma, begitupun organ-organ tubuh Junko. Hingga tubuhnya menolak saat ia mencoba untuk makan, dan minum. Junko terus menerus muntah, dan itu membuatnya mengalami dehidrasi yang ekstreme. Tidak cukup sampai disitu, itu juga membuat penyekapnya kembali menyiksanya dan melayangkan beberapa pukulan ke wajahnya yang sudah membiru, bahkan mengihitam karena ia mengotori karpet.

Saat orang-orang yang menyanderannya sedang beristirahat minum-minum, Junko berusaha untuk menghubungi polisi. Tapi aksinya itu tertangkap, dan membuatnya harus merasakan hukuman atas pecobaan melarikan diri. Mereka menyiram kaki Junko dengan bensin dan membakarnya, membuat seluruh kulit kakinya melepuh. Merkea juga memasukan sebuah botol besar ke dalam anusnya, menyebabkan pendarahan hebat di bagian dalam anusnya.

Dengan kaki yang terbakar, dan luka-luka yang memenuhi tubuhnya. ia tidak lagi bisa berjalan, bahkan tangannya pun tidak dapat menggenggam apapun. Seluruh tulang di tubuhnya patah karena pukulan yang bertubi-tubi. Karena saat itu sedang musim dingin, Junko dipaksa untuk tidur di teras rumah dengan suhu dingin yang ektreme.

Dengan segala luka bakar, dan pendarahan akibat benda-benda asing yang dimasukan ke tubuhnya. Junko hanya bisa menrangkak, ia harus menghabiskan 1 jam untuk merangkak ke kamar mandi. Gendang telinga Junko pecah, dan ukuran otaknya pun menyusut.

Di hari ke 43 Junko sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan diseluruh tubuhnya, bahkan ia meminta dibunuh saja saat itu dan menyelesaikan seluruh rasa sakitnya. Tapi para penculiknya tidak menyetujui keinginan Junko, mereka pun tidak mau membunuh Junko. Sebuah permintaan yang paling buruk yang pernah terucap dari mulut manusia.

Pada 4 Januari 1989. Para penculik Junko mengajaknya bermain Mahjong, dan tanpa diduga Junko memenangkan permainan. Tapi kemenangannya justru membawa petaka baginya, para penculik Junko geram karena kemenangannya. Mereka memukulinya (lagi) dengan barbel besi, dan membakar kaki, tangan perut, dan wajahnya setelah menyiraminya dengan bensin.

Seluruh tubuh Junko sudah dipenuhi luka bakar, lebam, dan pendarahan yang sudah sangat parah. Ia juga mengalami dehidrasi yang lebih hebat, seluruh oragan tubuhnya mengalami shock. Hingga akhirnya Junko meninggal keesokan harinya.

Para penculik memasukan tubuh Junko ke dalam sebuah drum besar, lalu mengisinya dengan 55 galon semen. Setelah itu mereka membuang drum itu di Koto, Tokyo.

Junko akhirnya harus menyerah, ia meregang nyawa dengan tubuh yang hancur. Ia harus menyerah setelah dikepung dengan rasa sakit yang meremukan, ia tidak punya pilihan. Ia mati di tangan manusia-manusia yang tidak terlihat seperti manusia. Seorang gadis 16 tahun yang mungkin masih mempunyai masa depan yang membentang, ia harus rela meninggalkan semuanya. Masa depannya, keluarganya, dan cinta yang menungkin menunggunya.


Kejahatan
Pada November 1988, pria A (18 tahun), pria B (diketahui bernama Jo kamisaku umur 17), pria C (umur 16),dan pria D (umur 17) dari Tokyo, menculik dan menyekap furuta, siswi kelas 2 SMU dari Saitama selama 44 hari. Mereka menjadikan dia tahanan di rumah yang dimiliki orang tua pria C.

Untuk menghindari pengejaran polisi, pria A memaksa Furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah, dengan temanya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan pria A membuat Furuta berpose sebagai pacar dari salah satu pria itu ketika orangtua C, pemilik rumah sedang ada dirumah tersebut. Kalau mereka sudah yakin orang tua C tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta mencoba kabur berkali – kali, memohon pada orang tua C untuk menyelamatkan dia, tapi mereka tidak melakukan apa-apa meskipun mereka tau kalau selama ini Furuta disiksa, karena mereka takut kalau pria A akan menyiksa mereka. Pria A saat itu adalah pemimpin Yakuza kelas rendah dan telah mengencam siapapun yang ikut campur akan dibunuh.

Menurut kesaksian para pria itu di persidangan, mereka berempat memperkosa Furuta, memukulinya, memasukan macam2 ke dalam kelaminnya termasuk tongkat besi, membuatnya minum urinya sendiri dan makan kecoak, memasukan petasan ke dalam kelaminnya dan meledakanya, memaksa Furuta untuk *maaf masturbasi, memotong payudaranya dengan tang, menjatuhkan barbel ke perutnya, dan membakarnya dengan rokok dan korek api (salah satu dari pembakaran itu adalah hukuman kepada Furuta karena dia berusaha menelepon polisi). Luka Furuta sangat parah hingga menurut salah kesaksian pria itu, Furuta membutuhkan waktu satu jam lebih untuk merangkak turun tangga menuju kamar mandi. Mereka bahkan mengatakan kemungkinan 100 orang tahu kalau mereka menahan Furuta di rumah tersebut, tapi hal ini tidak jelas artinya apa 100 orang itu hanya tahu atau mereka ikut memperkosa dan menyiksa juga saat berkunjung ke rumah tersebut. Pria-pria itu menolak membiarkan Furuta bunuh diri, walau Furuta sering kali memohon pada mereka untuk membunuhnya saja dan menyudahi penderitaan tersebut.

Pada 4 Januari, 1989, Salah satu pria saat itu kalah main mahyong, keempat cowok itu memukuli furuta dengan barbel besi, menuang cairan korek api ke kakinya, tanganya, perutnya, dan mukanya, dan lalu membakarnya. Dia meninggal tak lama kemudian hari itu karena shock. Kempat cowok itu menyatakan kalau mereka tidak menyadari betapa parah luka yang dialami Furuta, dan mereka percaya kalau Furuta hanya berpura-pura mati.
Para pembunuh itu menyembunyikan mayatnya di antara 55 drum galon dan menutupinya dengan semen. Mereka membuang drum tersebut di Koto, Tokyo.


Keempat pelaku yang telah berbuat biadab kepada Junko Furuta

Penahanan dan Hukuman
Para pria itu ditangkap dan disidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena Jepang menangani kejahatan yag dilakukan oleh pria yang masih dibawah umur, identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Tapi bagaimanapun juga, seminggu kemudian, majalah mingguan bernama Shukan Bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan “hak asasi tidak dibutuhkan oleh penjahat biadab.” Mereka juga menerbitkan nama asli Furuta dan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkanya dengan sangat nafsu di media. Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para pria itu, (entah benar atau tidaknya) menurut persidangan.
Keempat cowok itu diberi keringanan dengan dinyatakanya bersalah dalam tuntutan “membuat luka fisik yang menyebabkan kematian”, dibandingkan tuntutan pembunuhan. Orang tua pria A menjual rumah mereka dengan harga maksimum 50 juta yen atau 5 miliar rupiah dan membayarnya sebagai kompensasi untuk keluarga Furuta.

Untuk partisipasinya di kejahatan ini, Kamisaku harus menjalani 8 tahun di penjara anak-anak sebelum dia dibebaskan di bulan Agustus 1999. Di bulan Juli 2004, Kamisaku ditangkap karena mencelakai seorang kenalan, yang dia pikir membuat pacarnya menjauhi dia, dan dengan bangga menceritakan tentang keluarganya sebelum mencelakai kenalannya itu. Kamisaku dihukum 7 tahun dengan tuntutan memukuli.
Orangtua Junko Furuta terkejut dengan kalimat yang diterima dari pembunuh anak perempuanya, dan bergabung dengan grup masyarakat melawan orangtua Pria C yang rumahnya dijadikan tempat menyekap. Ketika beberapa masalah ditimbulkan dari bukti (semen dan rambut yang didapat dari tubuh Furuta itu tidak cocok dengan bukti dari tersangka), pengacara yang menangani lembaga masyarakat memutuskan untuk tidak membantu mereka lagi karena merasa tidak ada bukti dan tidak ada dakwaan terhadap tersangka. Ada spekulasi bahwa bukti yang mereka dapat itu didapat dari orang tidak teridentifikasi yang memperkosa atau ikut menyiksa Furuta.

Satu dari yang paling menggangu dari kisah nyata ini adalah bahwa para pembunuh Furuta sekarang bebas. Setelah membuat Junko Furuta melalui berbagai penderitaan, mereka adalah cowok bebas sekarang.
“Seorang cewek SMU diculik oleh 4 remaja pengacau ketika dia sedang perjalanan ke tempat kerja sambilannya. Mereka membawa dia ke rumah seorang teman, mengurungnya dikamar, dan selama 45 hari menyiksanya. Mereka memperkosanya bergantian, memukulinya, menendanginya, menyiram bahkan mencekoki kelaminnya dengan cairan yang ada dalam korek api dan membakarnya, dan sangat banyak lagi yang tidak terdokumentasikan oleh para polisi. Mereka membuatnya babak belur dengan rasa nyeri di seluruh tubuhnya, mereka mengikatnya, menindihnya, dan menjatukan barbel ke atas perutnya. Penyiksaan terakhir lebih dari yang dia sanggupi, dan setelah beberapa waktu dia meninggal dunia. Ketika para pria itu ditanyai kenapa mereka ga melakukan apa-apa pada detik-detik menjelang kematian cewek itu, mereka menjawab “kami kira dia pura – pura.” “Dia mencoba kabur lebih dari sekali. Pertama, dia tertangkap saat berusaha menelepon. Yang kedua kali, dia berusaha melarikan diri dan dia minta tolong sama orang tua pria C, pemilik rumah”, pemilik rumah yang ternyata telah mengetahui selama ini apa yang terjadi pada Furuta. Dia memohon minta tolong, tapi mereka menolak. Mereka beralasan bahwa anaknya punya banyak koneksi penjahat dan mereka tidak mau ikut campur ke dalam masalah itu. Setelah kematian Furuta, mereka mengisolasi tanganya dan kakinya jadi satu, memasukan dalam 55 drum galon, mengisi dengan semen dan buang di tanah kosong. Tubuhnya tidak ditemukan sampai setahun kemudian. Ketua dari para pria penjahat itu dipenjara 7 tahun dan sekarang berkeliaran bebas.

Semua hal menakutkan setengah mati yang dialami Junko Furuta dikumpulkan melalui sidang di Jepang dan Bogs dari 1989. Mereka menunjukan kalau sakit yang dialami Junko Furuta harus dialami bertubi-tubi sebelum akhirnya dia meninggal. Semua ini terjadi dengannya sewaktu dia masih hidup, memang sangat mengganggu tapi inilah kenyataanya.

Kronologi Penyiksaan Junko Furuta

Hari 1 : 22 november 1988 : Penculikan
• Dikurung sebagai tahanan dirumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok.
• Diperkosa (lebih dari 400 kali totalnya).
• Dipaksa telpon orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan situasi aman.
• Kelaparan dan kekurangan gizi.
• Diberi makan kecoak dan minum urin.
• Dipaksa masturbasi.
• Dipaksa striptease didepan banyak orang.
• Dibakar dengan korek api.
• Memasukan macam-macam benda (dari yang kecil sampai yang besar) ke kelamin dan anusnya.

Hari 11 : 1 Desember 1988 : Menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa kali
• Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras.
• Tangan diikat ke langit langit dan badanya digunakan sebagai samsak untuk sarana tinju.
• Hidungnya berdarah sehingga dia cuma bias bernafas lewat mulut.
• Barbel dijatuhin ke perutnya.
• Muntah darah ketika minum air (lambungnya tidak bisa menerima air itu).
• Mencoba kabur dan dihukum dengan sundutan rokok di tangan.
• Cairan seperti bensin dituang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu dibakar.
• Botol dipaksa masuk ke anusnya, menyebabkan luka.

Hari 20 : 10 Desember 1989 : Tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar dikaki
• Dipukuli dengan tongkat bambu.
• Petasan dimasukin ke anus, lalu disulut.
• Tangan di remukkan (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah.
• Dipukulin dengan tongkat dan bola golf.
• Memasukan roko ke dalam kelaminnya (mungkin maksudnya dijadikan asbak, dimatikan di kelamin dan abunya dibuang ke dalam).
• Dipukulin dengan tongkat besi.
• Saat musim dingin bersalju disuruh tidur di balkon.
• Tusuk sate dimasukin ke dalam kelamin dan anus menyebabkan pendarahan.

Hari 30 : Cairan lilin panas diteteskan ke mukanya
• Lapisan mata dibakar korek api.
• Dadanya ditusuk-tusuk jarum.
• Payudara kiri dihancurkan dan dipotong tang.
• Bola lampu panas dimasukin vagina.
• Luka berat di vagina karena dimasukkan gunting.
• Tidak bisa kencing dengan normal.
• Luka sangat parah hingga membutuhkan sejam untuk merangkak turun tangga saja untuk ke kamar mandi.
• Gendang telinga rusak parah.
• Ukuran otak menciut sangat sangat banyak.

Hari 40 : Memohon pada para penyiksa untuk membunuhnya saja dan menyelesaikannya
• Junko merayaakn tahun baru sendirian.
• tubuhnya dimutilasi.
• Tidak bisa bangun dari lantai.

Hari ke 44 : Para cowok itu menyiksa badanya yang termutilasi dengan barbel besi, dengan alasan kalah main mahyong.
• Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Mereka menyiram mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang dibakar.
• Lalu cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan dibakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop.
• Junko furuta meninggal hari itu dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. Tidak ada yang bias menandingi 44 hari penderitaan yang sudah dia alami.

Cerita tragis yg tak akan pernah terlupakan, banyak yang mengenang kisah ini dengan berbagai cara salah satunya ada yg membuatkan lagu yang mengkisahkannya, menghadapi berbagai penyiksaan yg dialami Junko Furuta, seperti lagu dari The Gazette-Taion.


Lirik 

The Gazette-Taion

A wintry sky and the broken streetlight cold wind.
Langit musim dingin dan angin dingin lampu jalan rusak.
Unknown shadow the footprint of desertion.
Bayangan tak dikenal jejak yang ditinggalkan.
Freedom was taken.
Kebebasan direnggut.

An understanding is... impossible. (x8)
Suatu pemahaman adalah ... mustahil. (x8)

If it wakes up a gloomy ceiling.
Jika terbangun pada langit-langit suram.
A laughing voice sinks in the eardrum it is soiled.
Sebuah suara tertawa tenggelam di gendang telinga ini adalah kotor.
And violence rapes me, rapes me, rapes me.
Dan kekejaman memperkosaku, memperkosaku, memperkosaku

An understanding is... impossible. (x8)
Suatu pemahaman adalah ... mustahil. (x8)

Why was I chosen? Someone should answer…
Mengapa aku yang terpilih? Siapapun harus menjawabnya...

dou ka hidoi yume da to kotaete hoshii
Tolong, aku ingin kau menjawab bahwa ini adalah mimpi buruk
dore dake sakebi modae kurushimeba ii
Berapa banyak aku harus berteriak, kesedihan, serta menderita?
dou ka hidoi yume da to oshiete hoshii
Tolong, aku ingin kau memberitahuku ini adalah mimpi buruk
chigiresou na koe de nando mo sake n da
Berapa lama suara teriakan ini akan tampak tersobek-sobek? 

There is no hand of preparing of the disordered hair.
Tidak ada tangan untuk mempersiapkan rambut tak tertata.
A laughing voice sinks in the eardrum a faint temperature is mixed in the midwinter.
Sebuah suara tertawa tenggelam di gendang telinga suhu lemah dicampur di tengah musim dingin.

An understanding is... impossible. (x8)
Suatu pemahaman adalah ... mustahil. (x8)

koe wo koroshite karesou na jibun ni ii kikaseteita 
Aku telah membunuh suaraku, dan meyakinkan diri 
ikiru koto wo miushinawanuyou 
Untuk tidak melupakan kehidupan
koe wo koroshite furueta yoru wa itami ni oboreteiku 
Malam menggigil yang membunuh suaraku akan tenggelam dalam rasa sakit
togiresou na iki wo yurushite...
Maafkan aku karena nafasku yang tampaknya telah berhenti

dou ka hidoi yume da to kotaete hoshii
Tolong, aku ingin kau menjawab bahwa ini adalah mimpi buruk
dore dake sakebi modae kurushimeba ii
Berapa banyak aku harus berteriak, kesedihan, serta menderita?
dou ka hidoi yume da to oshiete hoshii
Tolong, aku ingin kau memberitahuku ini adalah mimpi buruk
saigo ni mou ichido dake waratte mitai
Pada saat-saat terakhirku, aku ingin mencoba untuk tersenyum sekali lagi.

Senin, 13 Oktober 2014

Penjelasan Arti atau Makna dari MV 'Melted' Akdong Musician (AKMU)

Well, kali ini aku mau bahas tentang k-pop nih, muehehe.. eits yg bukan k-pop juga wajib baca ini! #maksa #plaaaak
Serius men! #jdaak, Oke... makna dari MV ini dalem banget. aku aja ampe tersentuh dengernya, bukan cinta-cintaan kayak biasanya dibahas sama k-poper kpoper lain, aku mau bahas yg lebih bermutu lagi #plok. Lagu ini menggambarkan sebagian orang dewasa jaman sekarang yg sudah tidak memiliki hati nurani, karna masalah yang mereka hadapi, mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri, kejamnya dunia menutup hati mereka #tsaaah *bahasanya -___-
Pertama aku suguhin nih liriknya bagemana, check it out :


Melted Lyrics by Akdong Musician (AKMU)

bulkeun haega sesuhadeon paran bada geomge muldeulgo
gureum bibaram ogadeon hayan haneul hoesaek biccdeulgo
mamsoge chajaon eodumeul geudaero dugo
bameul deopeun chagaun geurimjamanyang gudeoganda
eoreumdeuri nogajimyeon

jogeum deo ttatteushan noraega naoltende
eoreumdeureun wae geureohge chagaulkka chagaulkkayo
why are they so cold
why are they so cold

bulkeun haega sesuhadeon paran bada
geu gipi muthin yet ongireul barabonda(too late get it out)
eoreundeul sesang chuwido pullyeosseumyeon hae
eoreossdeon sarangi ijen juwiro heulleosseumyeon hae

mamsoge chajaon eodumeul
geudaero dugo
bameul deopeun chagaun
geurimjamanyang gudeoganda
eoreumdeuri nogajimyeon

jogeum deo ttatteushan noraega naoltende
eoreumdeureun wae geureohge chagaulkka chagaulkkayo
eoreumdeuri nogajimyeon
jogeum deo ttatteushan noraega naoltende
eoreumdeureun wae geureohge chagaulkka chagaulkkayo
why are they so cold
why are they so cold

#Nah lho, mungkin dalem hati kalian bilang lirik apa'an tuh, tulisannya jelimet[?] #jdaaak
Nih aku kasih translatenya

Transalate :
Laut biru yang digunakan matahari merah untuk membasuh wajahnya yang menjadi hitam
Langit putih yang mempunyai awan dan hujan dan angin berubah menjadi abu-abu
Aku menginggalkan kegelapan yang menemukan hatiku
Meski bayangan dingin menyelimuti malam yang mulai mengeras

Jika es mencair, sebuah lagu yang lebih hangat akan datang
Tapi mengapa es begitu dingin? kenapa sangat dingin?
Mengapa mereka begitu dingin?
Mengapa mereka begitu dingin?

Laut biru yang digunakan matahari merah untuk membasuh wajahnya yang menjadi hitam
Aku melihat masa lalu yang hangat yang terkubur lebih dalam (terlambat membebaskannya)
Aku harap dingin di dunia dewasa akan pergi juga
Aku harap kebekuan cinta akan mencair sekarang

Aku menginggalkan kegelapan yang menemukan hatiku
Meski bayangan dingin menyelimuti malam mulai mengeras

Jika es mencair, sebuah lagu yang lebih hangat akan datang
Tapi mengapa es begitu dingin? kenapa sangat dingin?

Jika es mencair, sebuah lagu yang lebih hangat akan datang
Tapi mengapa es begitu dingin? kenapa sangat dingin?
Mengapa mereka begitu dingin?
Mengapa mereka begitu dingin?

------------------------------------------------------------------------------------------

Nah sekarang aku suguhin MV nya dalam bentuk gambar (bukan video xD)
MV 'Melted' dimulai dengan seorang pria tua yang sedang menatap ke jendela, serta seekor kadal yang sedang berada dikandangnya.



Pria tua tersebut tengah mengingat memori masa lalunya saat ia masih muda. Sedangkan kadal ialah simbol dari impian dan konservasi. Dapat diartikan sebagai, menjaga impiannya untuk terus hidup. Hal yang dimiliki oleh setiap anak-anak, dimana mereka mempunyai impian dan harapan untuk meraihnya.



Es yang membeku ini (minuman dingin yang sedang dibawa pak tua) sebagai tanda akan dimulainya adegan-adengan yang menunjukkan bagaimana dinginnya hati orang-orang dewasa.



Adegan dimulai dengan seorang pria dewasa yang sedang memiliki masalah dalam pekerjaanya, serta seorang anak yang meminta tumpangan dari pria tersebut.


Seperti yang bisa kalian lihat, anak ini memiliki impian untuk menjadi seorang fotografi. Namun, tingkah laku anak ini malah membuat pria dewasa tersebut semakin merasa jengkel.


Anak itu kemudian diusir keluar dari mobilnya. Menunjukkan betapa kejamnya orang dewasa tersebut.



Adegan selanjutnya adalah di sebuah mini market. Si anak tadi ingin membeli makanan, namun ia hanya memiliki uang receh. Ternyata hal itu membuat si pemilik toko menjadi sedikit jengkel. Dengan terpaksa ia menerima uang receh tersebut. Kembali, kita melihat sisi 'dingin' dari orang dewasa, yang begitu terobsesi dengan uang ini.
Si anak tadi kemudian beristirahat dengan memakan makanan yang ia beli. Dari sini, ia kembali memotret kejamnya kehidupan orang dewasa, dengan berbagai masalah yang mereka hadapi

Seorang pria yang memungut barang dari tong sampah.



Seorang Pria yang putus asa karena tidak mendapatkan hasil dari pantonimnya


Dua orang ibu yang sedang bertengkar, yang bahkan anak mereka masing-masing tidak mengerti apa yang ibu mereka lakukan.


Seorang pria yang sedang frustasi



Serta seorang wanita yang sedang menangis, Namun wanita tersebut kemudian tersenyum ke arah anak tadi. Apakah mungkin wanita ini tidak memiliki hati yang dingin seperti yang lainnya?



Anak tadi kemudian masuk kedalam mobil si wanita. Wanita yang tadinya menangis kemudian mengenakan make-up nya dan berpose saat difoto oleh anak tersebut.



Anak tadi kemudian dibawa ke sebuah bar. Di bar ini kita akan kembali melihat bagaimana dinginnya orang dewasa.

Wanita yang tadinya kita anggap memiliki hati yang baik, ternyata tidak jauh berbeda dengan yang lainnya. Ia bahkan meninggalkan anak tadi, dan pergi bersama seorang pria. Pemilik bar yang juga memiliki hati 'dingin' ini meminta anak tersebut membayar minuman yang mereka minum.


Karena si anak tadi tidak bisa membayar minuman mereka, akhirnya ia mendapatkan pukulan dari pemilik bar tersebut.



Betapa kejamnya orang dewasa.




Anak tersebut kemudian ingin melaporkan kejadian tadi ke kantor polisi. Polisi yang kita anggap memiliki jiwa penolong, ternyata tak jauh berbeda dengan orang-orang dewasa yang telah digambarkan sebelumnya. Polisi tersebut kemudian menolak untuk menanggapi laporan yang anak tadi berikan.


"Why are they so cold?"



Ia kemudian menemukan seekor anjing, lalu ingin menyapanya.




Bukannya ingin bermain, anjing tersebut malah menggonggonginya. Ia lalu merasa dunia begitu kejam terhadapnya, bahkan seekor anjing memperlakukannya seperti itu. Anak ini kemudian berteriak seolah-olah membalas gonggongan anjing tersebut.



Mendengar keributan diliuar, si pemilik anjing kemudian keluar dari rumahnya.




Berbeda dengan yang lainnya, pria tua si pemilik anjing tadi ternyata memiliki hati yang hangat. Ia lalu memberikan makanan dan minuman kepada anak tersebut, bahkan ingin membetulkan kamera si anak yang telah rusak.



Betapa indahnya bukan? Jika hati yang dingin dan membeku tadi telah mencair. Maka akan ada kehangatan yang dipancarkan, seperti yang digambarkan oleh pria si pemilik anjing.


Gimana? tertarik buat denger lagunya?